Mohon tunggu...
Iqlima Ailisa
Iqlima Ailisa Mohon Tunggu... Part of me

Kopi, kata, kita.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Kupeluk Lukaku

15 Januari 2020   07:46 Diperbarui: 15 Januari 2020   07:44 32 2 1 Mohon Tunggu...

Sejak malam memeluk lukaku,

Semua kata tentangmu telah terlelap.

Berangsur kopi mulai pahit kembali,

dan detak mulai melemah lagi.

Aku berjalan dengan satu kaki, kulatih meski tertatih agar terbiasa tanpa kaki lain.

Purnama meredup di matamu,

Aku tak lagi berdegup di hatimu. 

Sedang hati tercabik kenangan, hujan tak lagi membasahi jalanan kota. 

Ia membanjiri mata dan pipi seorang perempuan pendoa.

Aku mendengar seluruh kota mengamini,

dan seorang laki-laki dikebumikan dengan kata-kata. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x