Mohon tunggu...
Iqbal Tawakal
Iqbal Tawakal Mohon Tunggu... Konsultan - Jakarta

Artikel baru, setiap Rabu dan Sabtu. Lihat artikel lainnya di bit.ly/iqbalkompasiana

Selanjutnya

Tutup

Hobby Artikel Utama

Virus Bermutasi, Manusia Beradaptasi

31 Desember 2020   12:14 Diperbarui: 31 Desember 2020   16:24 564
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi belajar oleh cottonbro dari Pexels

Bicara pandemi memang tak ada habisnya. Sangat menjemukan, tapi sayang jika melewati tahun 2020 dengan tak melihat ke belakang. Di sini, saya tak akan lebih jauh membahas soal virusnya, karena biarkan para ahli saja yang bicara. Saya ajak Anda untuk fokus pada perubahannya.

Satu yang kita bisa sepakati, tahun ini mengubah banyak hal dalam hidup kita. Dari yang trivial, hingga fundamental. Untuk ke sana, saya akan fokus kepada kita, subyek utama yang mengalami perubahan-perubahan itu.

Namun, sebelum giliran Anda, cerita akan dimulai dari pengalaman saya.

Jika ada sejumlah hal yang berubah secara fundamental, atau secara langsung saya sadari belakangan ini, hal itu ada dua. Menyangkut hobi dan cara belajar.

Pertama, hobi.

Per definisi, hobi adalah kegiatan yang dilakukan di luar rutinitas dengan tujuan untuk relaksasi. Hobi pun dipandang sebagai kegiatan menyenangkan, bisa menyehatkan, dan mampu melepas stres. Selain itu, hobi juga berperan sebagai penentu identitas seseorang. Tapi, to some extent, hobi juga membutuhkan investasi jangka panjang, yakni materi, pikiran, dan waktu.

Orang-orang yang saya kenal memiliki hobi yang sangat beragam. Mulai dari bersepeda, mengumpulkan lukisan, membaca dan menumpuk buku-buku, koleksi gunpla, mengumpulkan hingga menjual mobil dan barang-barang antik, olahraga lari, hingga merawat tanaman-tanaman hias.

Untungnya, mereka sudah menjalani hobi-hobi tersebut sejak lama. Jauh sebelum keadaan (pandemi) memaksa mereka untuk mencari kegiatan baru pengisi waktu luang.

Inilah bedanya dengan saya. Ketika banyak waktu luang, saya kesulitan mencari kegiatan baru yang tak pernah dilakukan sebelumnya. Jangankan dilakukan, terpikirkan pun tak pernah. Repot. Ribet. Berbeda dengan mereka yang mungkin tak perlu kebingungan mengisi waktu luang karena sudah punya hobi. Sedangkan saya tak punya.

Hingga suatu saat, saya mulai coba melakukan lagi hal yang tak pernah dilakukan lagi sejak kuliah, memasak. Namun, memasak saat ini harus naik kelas. Mulai dari resep, hingga peralatannya.

Untuk resep, saya habiskan waktu luang untuk membaca, menonton, dan mencermati resep-resep masakan di internet. Saya lebih tertarik menonton, karena penjelasannya lebih menarik dan mudah dimengerti. Biasanya, resep diambil dari celebrity cook populer yang ada di Youtube. Karena selain dijamin enak, beberapa resep mereka pun tak begitu rumit, baik dari bahan maupun peralatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun