Mohon tunggu...
iqbal man
iqbal man Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Diponegoro

Mahasiswa jurusan Peternakan Universitas Diponegoro yang hobi bersepeda

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Mahasiswa Undip Ubah Limbah Organik dan Daun Bambu Menjadi Media Tanam

5 Agustus 2020   08:25 Diperbarui: 5 Agustus 2020   08:37 91 4 0 Mohon Tunggu...

Kab. Bogor (3/8), Demi tetap terselenggaranya program kuliah yang sangat penting bagi mahasiswa dan kampus, salah satu universitas di Indonesia yaitu Universitas Diponegoro Semarang tetap menyelenggarakan program perkuliahannya di masa pandemi ini. KKN di yang diselenggarakan kalai ini berbeda dari tahun sebelumnya yang mana mahasiswa secara acak sedangakan sekarang mahasiswa melakukan KKN di daerah asalnya.

Setelah melakukan pengamatan di lingkungan RT10/RW 16 Perumahan Acropolis, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Iqbal salah satu mahasiswa yang sedang KKN mengetahui bahwa permasalahan yang ada pada lingkungan tersebut yaitu setiap hari banyak sekali daun bambu kering yang berserakan dan membuat kotor jalanan. 

Permasalahan selanjutnya yaitu limbah organik dari rumah tangga yang tidak diangkut dalam waku tertentu menimbulkan bau karena membusuk, hal ini desebabkan jadwal pengangkutan sampah sudah dibedakan harinya antara sampah organik dan organik, sehingga sebelum tiba saatnya sampah organik diangkut terkadang sudah membusuk terlebih dahulu.

Solusi yang terpikirkan untuk permasalahan ini yaitu dengan mengolah sampah organik dan daun bambu kering menjadi media tanam. Media tanam sendiri adalah kombinasi dari beberapa komponen seperti tanah dan bahan organik maupun non organik yang berfungsi sebai tempat untuk tanaman tumbuh dengan didalamnya telah tersedia nutrisi yang diperlukan tanaman. 

Pembuatan media tanam dari daun bambu dan limbah organik sangatlah mudah. Pertama membuat pupuk dari limbah organik yaitu dengan mencampurkan larutan gula dan EM4 dengan perbandingan 1:1:50 EM4:gula:air. Setelah itu mencampur larutan gula EM4 dengan limbah organik diwadah tertutup seperti drum lalu ditutup dengan rapat yang harus ditunggu selama 1-4 minggu.

Pembuatan media tanamnya sangat sederhana yaitu hanya menakar tanah, pupuk dan daun bambu kering dengan perbandingan 1;1;1/4. Kemudian sebelum pupuk dicampurkan, harus terlebih dahulu diangin-anginkan pada tempat yang teduh terhindar dari sinar matahari langsung yang mana hal ini dilakukan untuk menurunkan suhu dari pupuk karena bersifat panas akibat proses fermentasi. Selanjutnya mencampurkan pupuk, tanah dan daun bambu kering hingga rata pada suatu wadah dan media tanam siap untuk digunakan menanam tanaman.

Pemanfaatan limbah dan daun bambu ini disambut baik oleh warga setempat karena dapat menjadi solusi alternatif selain dibuang begitu saja, selain itu juga dapat membuat media tanam sendiri tanpa perlu membeli keluar dan memudahkan saat ingin berkebun di rumah sendiri.

Oleh Iqbal Prayoga-FPP

VIDEO PILIHAN