Mohon tunggu...
Iputu risa liani
Iputu risa liani Mohon Tunggu... Agama hindu

I putu Risa liani jurusan sastra Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Guru sebagai Model Kesantunan Berbahasa di Sekolah Dasar

20 April 2021   08:20 Diperbarui: 20 April 2021   08:32 34 2 0 Mohon Tunggu...

Dalam interaksi instruksional di SD (Sekolah Dasar), para guru dituntut mampu menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif, sehingga siswa dapat melakukan pembelajaran dalam suasana psikologis yang mendukung. Suasana pembelajaran yang kondusif tersebut hanya dapat diciptakan jika guru bersikap ramah kepada siswa. Guru menggunakan bahasa yang santun sehingga tidak mengancam muka siswa. Bahasa guru yang santun akan dapat dijadikan sebagai model oleh siswa. Dengan demikian, secara tidak langsung, guru menanamkan nilai karakter sopan-santun kepada peserta didik. Dalam interaksi instruksional di SD, guru dapat menerapkan strategi kesantunan positif dalam membangun kedekatan hubungan dengan siswa. Sub-strategi kesantunan positif dapat dipilih dalam pelaksanaan kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir pembelajaran. Dengan penerapan strategi kesantunan positif akan terbangun kedekatan hubungan antara guru dengan peserta didiknya. Dengan kedekatan hubungan ini interaksi intruksional dapat berjalan dengan harmonis, sehingga tujuan pembelajaran akan dapat dicapai dengan baik. Bahasa guru yang santun akan dapat dijadikan sebagai model oleh siswa. Dengan demikian, secara tidak langsung, guru sekaligus menanamkan nilai karakter sopan-santun kepada peserta didik.
Peran Guru dalam Pendidikan Karakter. Seperti telah diketahui bersama bahwa terdapat empat pilar yang perlu dikembangkan dalam pendidikan karakter, yaitu: olah pikir, olah raga, olah hati, dan olah rasa atau karsa, dengan 18 nilai karakter : (1) religius; (2) jujur; (3) toleransi; (4) disiplin; (5) kerja keras; (6) kreatif; (7) mandiri; (8) demokratis; (9) rasa ingin tahu; (10) semangat kebangsaan; (11) cinta tanah air; (12) menghargai prestasi; (13) bersahabat atau komunikatif; (14) cinta damai; (15) gemar membaca; (16) peduli lingkungan; (17) peduli sosial; serta (18) tanggung jawab.
Menjadikan Guru sebagai Model Kesantunan. Dalam menanamkan nilai-nilai karakter, guru memiliki peran yang penting sebagai model. Seorang guru idealnya bisa menjadi panutan dan teladan bagi peserta didik. Sebagaimana yang sering kita dengar bahwa guru sebagai yang digugu (dipercaya) dan ditiru (diteladani). Bukan sebaliknya,menjadi sebuah ironi, guru sebagai wagu(tidak pantas) dan saru (tidak patut). Karena itu, untuk dapat menjadi pribadian; kompetensi profesional atau keilmuan; dan kompetensi sosial .

VIDEO PILIHAN