Mohon tunggu...
I Nyoman Cahyadi Wijaya
I Nyoman Cahyadi Wijaya Mohon Tunggu... Operational Manager at Gcom Education, Carrer and Legal Matters

Penulis yang akrab di sapa Cahya, akan banyak berbagi tulisan tentang filsfat, travelling, resep memasak dan hal-hal yang bersangkutan dengan keseharian penulis di bidang pendidikan, karir dan aspek legal.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Jacques Derrida: Ethics and Ethos Hospitality

18 Mei 2021   15:30 Diperbarui: 18 Mei 2021   15:56 62 1 0 Mohon Tunggu...

Jacques Derrida adalah filsuf kenamaan asal prancis yang populer dengan teori dekontruksi, yang mana merupakan teori yang dikenal luas sebagai teori wacana dalam pembacaan suatu teks, teori ini lahir saat Derrida mengkritik Saussure dan menawarkan cara menemukan sebuah makna dalam teks dengan cara terselubung. 

Bagi derrida, dengan cara nya dalam menemukan makna dengan terselubuh kita dapat terus mempertanyakan sesuatu yang di lontarkan oleh seseorang sehinga timbul diskursus yang dapat menjadikan suatu hal yang di diskusikan di tinjau kembali. 

Selain di kenal dengan teori dekonstruksi, Derrida juga acap kali membahas dalam pemikirannya tentang Hospitality atau keramahan atau kesediaan dalam menerima tamu, hospitality kerap di labeli dalam dunia perhotelan yang menempatakan first impression pada puncak pelayanan, 

Menurut Derrida, Ethics atau etika Hospitality banyak di pengaruhi oleh kondisi mental seseorang pada saat itu, sementara Ethos atau sikap banyak dipengaruhi oleh dimana tempat seseorang tersebut berada, maka bila di tarik benang merahnya dalam menunjukan kerahamah tamahan terhadap orang asing ada 2 faktor yang mempengaruhi yakni kondisi mental & tempat.  

Derrida juga membuat struktur hospitality yang mana menempatkan dua objek yang memiliki hubungan dengan orang tersebut, yakni orang dalam"inside" dan orang luar "outside" seseorang yang tidak terikat dalam hukum yang sah dapat di kategorika sebagai orang luar "outside", sementara orang yang memiliki hubungan darah dan sah di mata hukum dapat di kategorikan orang dalam "inside". 

Derrida mencontohkan bahwa menunjukan sikap keramahan tidak langsung dapat dicap ramah, karena tergantung pada kepada siapa, singkatnya bagi Derrida,struktur hospitality ini tidak perlu di analisis karena proses pemahamannya adalah instuisif, karena dalam menunjukan keramahan kepada saudara yang tinggal bersama dengan kita di satu rumah yang sama adalah suatu yang biasa dan di lakukan sehari-hari karena berada dalam lingkaran orang dalam, menjadi berbeda apabila kita menyewakan kamar kosong kita untuk wisatawan yang benar-benar orang asing bagi kita, dalam konteks ini tuan rumah sebagai "host" dan tamu sebagai "guest"sudah barang wajib sebagai tuan rumah memberikan pelayanan yang prima karena dalam bisnis ini, first impression adalah yang utama untuk mendatangkan tamu itu kembali. 

Sebagai penutup, jika mengikuti logika dari Derrida tentang Hospitality atau keramahan, sangat tidak mungkin menunjukan keramahan dengan intensi yang murni, karena bagi derrida keramahan tergantung pada 2 faktor yakni mental dan tempat, dalam 2 faktor tersebut sangat tidak mungkin tidak ada sesuatu yang melatar belakangi kita untuk bersikap, sehingga tidak ada keramahan yang murni karena struktur keramahan tersebut terbalut dalam bingkai kepentingan.

VIDEO PILIHAN