Mohon tunggu...
inti kreatif
inti kreatif Mohon Tunggu... MENUANGKAN FIKIRAN UNTUK FIKIRAN

SEMOGA BISA MENJADI MANFAAT UNTUK KALIAN SEMUA

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menguak Kegelapan dalam Hati

8 Oktober 2019   13:03 Diperbarui: 8 Oktober 2019   13:15 0 0 0 Mohon Tunggu...

Ditemani secangkir kopi. 

ditemani sebuah pemikiran yang sedang diselesaikan. Dari sempurnanya kita sebagai ciptaannya, tetap kita boleh berkata bahwa tiada manusia itu sebagai mahluk sempurna. Tidak salah juga menyebut manusia adalah mahluk yang tercipta sempurna, jika kemudian kalimat tersebut dilanjutkan dengan kalimat kalimat dan penjelasan yang lain. sempurnanya manusia itu dibandingkan mahluk hidup yang seperti binatang, tumbuhan atau iblis, mungkin ?? Sempurna mana manusia dan malaikat ?? 

Nah ini yang sekiranya belum bisa sampai jauh saya bagikan disini. Karena menguak kegelapan dalam hati, saya rasa lebih kembali kepada apa yang seringkali terbersit di dalam hati kita. Yang terbersit ?? Banyak sekali, seperti rasa bangsa akan kelebihan kelebihan dan ketidak setujuan kita terhadap lingkungan, kenyataan yang kita usahakan yang kadang kala tidak sesuai dengan cara kita dan keinginan kita. Lantas, apakah hati kita hanya berisi hal hal seperti itu ?? 

Tidakkah ada secercah rasa syukur di dalamnya. Jawabnya, ada. Ada rasa syukur di dalam hati kita, namun saya juga sesekali bertanya. Apa jangan-jangan rasa syukur itu sebetulnya muncul karena keinginan saya terwujud ?? Lantas, untuk semua hal-hal yang saya perjuangkan namun tidak terwujud, berarti saya tidak akan bersyukur, saya tidak merasa perlu untuk bersyukur atau saya tidak harus untuk bersyukur ?? Bagaimana ini ?? Llantas apa itu kegelapan dalam hati ??

Saya menilai rasa syukur itu adalah sebuah kebaikan untuk saya, yang mencerahkan hati bahkan jiwa saya. sampai bisa saya jadikan menjadi sebuah cara untuk saya untuk semakin optimis berjuang dalam hidup. Sembari membangun itu dalam diri, hati dan jiwa saya, saya juga melihat sisi yang lain. Sisi pemahaman yang mendasari kita untuk condong kemana ini, menuju kegelapan hati atau kecerahan hati ?? Bahwasanya semua yang kita usahakan, kita perjuangkan setiap hari nya adalah bukan milik kita semata-mata. 

Saya rasa ini adalah garis, atau tempat yang perlu kita pijaki untuk memandang arah dan tujuan kita yang lain-lain diluar lingkup ini. sekiranya kita sudah mengerti tentang kenyatan bahwa kehidupan dan seisinya bukan milik kita, maka kita seharusnya paham. Jangan lagi ada rasa sesal dan kecewa, walau itu begitu manusiawinya untuk kita, merasakan kekecewaan dan perasaan yang kurang puas ketika ada hal hal yang sudah kita perjuangkan, kita usahakan tidak terwujud dalam kenyataan. Namun tidaklah juga berarti tepat jika kita terus meneruskan untuk setuju dan berpelukan dengan perasaan perasaan yang demikian. 

Konsep itulah yang mungkin bisa kita pakai untuk menyikapi keterbatasan kita dalam kesempurnaan yang katanya itu. Jika kita sebenarnya sempurna seharusnya kita bisa menerima jika Tuhan berkata dan berkehendak lain atas apa yang kita inginkan. Namun begitu, kadang masih saja ada rasa kurang bersyukur. 

Semakin kurang bersyukur akan semakin gelap pula hati ini. Semakin Gelap hati ini, semakin pula kita menentang Tuhan, menentang dalam hal ni adalah apa yang Tuhan berikan tidak seperti pesanan kita. Begitulah. Jika hati sudah gelap, mau apa lagi ?? Hidup ini, Pun hidup ini yang begitu indahnya, begitu hal hal bermacam mewarnai hari hari, akan jadi tidak berarti dan begitu saja menyiksa. Karena rasa syukur sudah hilang dan kegelapan makin dalam menjerat kita. 

Namun, ternyata justru ketidak sempurnaan itulah yang saya rasa justru menjadi sebuah kesempurnan kita, untuk menyikapi dan mengambil banyak banyak pelajaran dari sebuah keadaan yang tidak berjalan sesuai rencana. 

Banyak bersyukur bahkan ketika keadaan tidak seperti yang kita harapkan. Pokok Tuhan tidak ngambek sama kita saja itu juga sudah luar biasa. Apalagi sih yang sebetulnya kita tuju dan kita harapkan ??

jadi, saya rasa kegelapan hati itu berbanding sejajar dengan kurangnya rasa bersyukur, bahkan untuk keadaan yang tidak sesuai dengan kita. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2