Mohon tunggu...
Indrian Safka Fauzi
Indrian Safka Fauzi Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Pemuda asal Cimahi, Jawa Barat kelahiran 1 Mei 1994. Praktisi Kesadaran Berketuhanan, Kritikus Fenomena Publik dan Pelayanan Publik. Sang pembelajar dan pemerhati abadi. The Next Leader of Generation.

🌏 Akun Pertama 🌏 My Knowledge is Yours 🌏 The Power of Word can change The World, The Highest Power of Yours is changing Your Character to be The Magnificient. 🌏 Sekarang aktif menulis di Akun Kedua, Link: kompasiana.com/rian94168 🌏

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengapa Baiknya Menyamarkan Identitas Ketika Hendak Bersedekah?

1 Oktober 2022   06:15 Diperbarui: 1 Oktober 2022   07:17 78 12 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sedekah (Sumber: Freepik)

Hari Jum'at per tanggal 30 September 2022, saya mempelajari Khutbah Jum'at di Masjid Jami kediaman saya, akan pentingnya menyamarkan identitas ketika hendak bersedekah demi menghindari Riya.

Ada hikmah yang dipetik dari khutbah jum'at ini, ada alasan besar berdasarkan daya analisis saya mengapa lebih baik menyamarkan identitas saat hendak bersedekah?

Pertama, apabila identitas kita dipublikasikan saat hendak bersedekah dengan nama asli. Masyarakat akan menganggap kita orang punya atau seorang yang berharta. Dan hal tersebut bisa menyebabkan sistem belief masyarakat yang amat membutuhkan bantuan finansial tidak menutup kemungkinan mencari kita dan menandai lokasi kediaman kita, agar ia bisa meminta rezeki kepada kita.Β 

Ada kemungkinan dimanfaatkan orang-orang untuk diminta hartanya, kalau pun kita menolak akan di cap "hanya ingin pujian belaka" inilah yang disebut dampak dari mempublikasikan nama ketika bersedekah, bisa-bisa masyarakat mengecap kitaΒ riya semata.

Kedua, ekonomi kita tidak selamanya stabil, roda perekonomian seorang pasti ada turun naiknya, karena pasti ada saja keperluan mendesak ataupun biaya tak terduga. Oleh karenanya bersedekah lebih baik menyamarkan identitas dengan sebutan "Hamba Allah" bagi muslim untuk menghindari orang-orang yang memaksa meminta bantuan kita secara finansial bahkan berhutang kepada kita disaat kita sendiri sedang kesusahan!

Demikian analisis saya. Ternyata ajaran agama pun telah memberikan wawasan masa depan nasib kita jika kita bersikukuh tidak menyamarkan identitas ketika hendak bersedekah. Karena itu akan memantik perhatian publik dan menentukan penilaian publik terhadap kita.

Dicap sebagai orang yang dikenal dermawan sekalipun, ada sisi negatifnya, salah satunya bisa dimanfaatkan kebaikan kita oleh orang banyak yang hanya ingin memeras kita sahaja. Kalau pun menolak, nama baik kita bisa tergerus dengan ungkapan yang tidak mengenakan hati.

Lebih baik cukup kita, pihak panitia penerima sedekah (optional) dan Allah yang tahu.

Tertanda.
Rian.
Cimahi, 1 Oktober 2022.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan