Mohon tunggu...
Indrian Safka Fauzi
Indrian Safka Fauzi Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Pemuda asal Cimahi, Jawa Barat kelahiran 1 Mei 1994. Praktisi Kesadaran Berketuhanan, Kritikus Fenomena Publik dan Pelayanan Publik. Sang pembelajar dan pemerhati abadi. The Next Leader of Generation.

🌏 Akun Pertama 🌏 My Knowledge is Yours 🌏 The Power of Word can change The World, The Highest Power of Yours is changing Your Character to be The Magnificient. 🌏 Sekarang aktif menulis di Akun Kedua, Link: kompasiana.com/rian94168 🌏

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Akrostik Sastra: Berani

7 September 2022   08:45 Diperbarui: 7 September 2022   08:57 121 11 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pejuang Bangsa (Sumber: Freepik)

Selamat membaca Sahabat Kompasianer dan Readers Terhormat!

Seorang Pejuang Bangsa membulatkan tekadnya. Dengan penuh berani ia rapalkan sebuah mantra, berupa Puisi Akrostik. Tangan ia kepal, senjata ia hunuskan kepada musuh yang hendak menghancurkan tanah air yang ia bela.

Bulatkan tekad mantapkan ucap...
Energi dahsyat timbul dari kata cakap...
Raungan jiwa membara tak padam gemilap...
Angkara kutaklukan dengan semangat harap...
Niat suci lambang perjuangan tercipta mengkilap....
Insting tajam membela yang benar dengan mantap...

Dengan segala daya juangnya. Sang Pejuang akhirnya memenangkan peperangan. Seluruh musuh takluk dihadapannya. Gemetarlah mereka dengan segala kehebatan Sang Pejuang. Hari ini adalah kemenangan bagi orang-orang yang benar.

Tertanda.
Rian.
Cimahi, 7 September 2022.

Indrian Safka Fauzi untuk Kompasiana.
For our spirit... Never die.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan