Intan Dian Syaputra
Intan Dian Syaputra

Undergraduate Economics Student Universitas Indonesai

Selanjutnya

Tutup

Transportasi

"Cost and Benefit" LRT di Palembang, Pembangunan Tidak Hanya Jawasentris

7 Agustus 2018   14:13 Diperbarui: 7 Agustus 2018   14:18 247 0 0

Pembangunan LRT di Palembang ini merupakan upaya dukungan pemerintah dalam pengadaan Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang. Mengingat kompetisi ini merupakan salah satu kompetisi besar se-Asia, pemerintah ingin membuktikan kepada negara lain bahwa Indonesia memiliki moda transportasi yang baik. Hal ini juga memberikan harapan dengan adanya pemberitaan di seluruh dunia mengenai pertandingan tersebut, pada tahun 2018 ini Indonesia akan menjadi negara yang menjadi sorotan pada tahun 2018.

Dengan menyanggupi menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Indonesia harus membuktikan bahwa memiliki infrastruktur yang dapat dikatakan baik atau layak. Kemungkinan besar, ini berdampak akan mendorong adanya investasi yang masuk dari negara lain. Sehingga dalam penyelesaiannya, ditargetkan sebelum Asian Games dilaksanakan atau sekitar Juni 2018 sudah memasuki masa percobaan.

Dalam pembiayaan LRT ini, seluruh dana berasal dari APBN yang nilainya mencapai Rp 10,9 T yang langsung ditugaskan kepada PT Waskita Karya Tbk yang selama pembangunan akan ditanggung oleh perusahaan tersebut terlebih dahulu. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan sepanjang 23,40 KM melintasi sungai Musi. 

Lebih lanjut, pemerintah berharap dengan pengeluaran APBN ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk dapat membangunan Palembang dari segi perekonomian terutama infrastruktur. 

Pembangunan LRT ini juga memiliki tujuan untuk dapat mengurangi volume kendaraan yang berada di kota Palembang, yang dimana banyak masyarakat yang lebih menggunakan kendaraan pribadi karena kurangnya layanan transportasi umum. Sehingga LRT bukan hanya menjadi pembuktian bagi negara lain, tetapi sekaligus memperbaiki budaya transportasi, gaya hidup, titik ekonomi baru, konsentrasi penduduk, pembangunan properti hingga munculnya fokus ekonomi baru.

Penggunaan LRT yang diharapkan dapat memberikan perubahan ini, dalam pembangunanannya masih memiliki banyak kendala. Beberapa kendala yang dihadapi dalam pembangunan LRT ini adalah pembebasan lahan untuk depo dan jalur  LRT yang dibangun untuk jalur utilitas yang tidak mudah untuk dipindahkan seperti pada Stasiun Polda dan Stasiun Telkom.

Meskipun demikian, hingga awal tahun 2018 pembangunan LRT ini masih dilakukan dan direncanakan percobaan pada Juni 2018. Dalam paper ini, akan menganalisis pembangunan LRT sebagai transportasi publik dan pengaruhnya pada perekonomian di Palembang. Dalam pembangunan infrastruktur tentu memiliki dampak bagi daerahnya itu sendiri, berikut adalah analisis pada biaya dan keuntungan yang mungkin terjadi dari adanya pembangunan dan penyediaan transportasi publik LRT.

Biaya dalam pengadaan LRT

  • Biaya Konstruksi dan Operasi. Anggaran pembangunan LRT di Palembang ini merupakan salah satu pembangunan infrastruktur yang didanai oleh APBN secara keseluruhan. Total anggaran dari pembangunan ini adalah sebesar Rp 10,9 T yang dilakukan dengan metode pembayaran multiyears hingga tahun 2020. Biaya pembangunan ini untuk sementara ditanggung oleh pihak kontraktor yaitu PT Waskita Karya. Pemerintah menganggap dengan adanya pembangunan ini merupakan investasi yang dapat memberikan dorongan investasi masuk ke daerah tersebut dengan harapan dapat memberikan pembuktian bahwa pelayanan infrastruktur di Indonesia ini dalam keadaan baik
    Bukan hanya biaya konstruksi pokok yang harus dibayarkan, melainkan dengan menanggung biaya bunga yang ditanggung oleh Waskita Karya sebagai kontraktor yang harus meminjam dana untuk penyelesaian proyek ini agar cepat selesai. Dalam melakukan pembayaran LRT ini diharapkan juga disumbang bukan hanya keseluruhan oleh APBN, tetapi dari biaya operasional yang ditanggung oleh masyarakat. Biaya dalam penggunaan LRT ini memiliki perkiraan berada dalam kisaran Rp 5000 didalam kota untuk ke tujuan bandara kira-kira sebesar Rp 20000. Biaya ini merupakan biaya yang harus disubsidi sementara oleh menteri perhubungan dengan total Rp 129 M oleh APBN 2018.
  • Eksternalitas Negatif. Dalam pembangunan infrastruktur tentu diharapkan adanya perbaikan pada sistem yang sudah berlaku sebelumnya, akan tetapi harus memiliki biaya yang harus direlakan sementara sebelum pada akhirnya pembangunan berjalan dengan efektif. Begitupun LRT di Palembang ini, dengan adanya proses pembangunan bagi moda transportasi ini tidak jauh berbeda dengan pembangunan yang dilakukan di Jakarta yaitu menimbulkan eksternaliatas negatif. Salah satunya adalah dengan terciptanya kemacetan yang cukup signifikan di ruas jalan pembangunan. Hal ini dikarenakan adanya penyempitan jalan yang menyebabkan adanya penumpukan pada kendaraan bermotor yang menyebabkan adanya kemacetan yang dapat dikatakan mengganggu aktivitas dari masyarakat. Jika dianalisis lebih lanjut, LRT yang memiliki tujuan untuk mengurangi kemacetan ini tentu dapat terjadi ketika sudah efektif penggunaannya. Biaya tambahan yang perlu dihitung dari eksternalitas negatif ini harus menjadi pertimbangan dalam pembangunan moda transportasi ini. Terlebih lagi, bukan hanya kemacetan akan tetapi kegiatan ekonomi yang berada di pinggir jalan ruas pembangunan ini harus diperhatikan karena memiliki kerugian berupa sulit untuk diakses sehingga banyak masyarakat yang cenderung menghindari ruas tersebut. Eksternalitas negatif ini perlu dimasukkan kedalam biaya dari pembangunan LRT ini karena kerugian selama beberapa tahun pembangunan.

Keuntungan Pembangunan LRT di Palembang

  • Berkurangnya kemacetan dan polusi karena perubahan gaya hidup. Jika dalam biaya tambahan akan ada tambahan eksternalitas negatif berupa kemacetan yang luar biasa, namun LRT ini merupakan salah satu solusi dalam mengurangi kemacetan. Keuntungan ini akan dirasakan ketika adanya penggunaan transportasi ini secara efektif dan diterima baik oleh masyarakat. Peran dari masyarakat ini menjadi penting karena dengan adanya penggunaan secara efektif diharapkan masyarakat dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk dapat mengurangi kemacetan. Pasalnya, penggunaan kendaraan pribadi dalam jumlah yang banyak ini menjadi masalah dalam sejumlah kota-kota besar. Pemerintah berharap dengan adanya LRT ini dapat menjadi bukan hanya pemenuhan kebutuhan melainkan mengubah gaya hidup masyarakat Palembang dengan memanfaatkan serta menjaga transportasi publik tersebut. Ketika adanya pengurangan pada jumlah kendaraan pribadi, tentu dalam beraktivitas kepadatan di jalan akan mengalami penurunan. Dengan demikian akan terjadi pengurangan travel time dari masyarakat yang dapat meningkatkan produktivitas individu itu sendiri. Bukan hanya dari segi kemacetan, hal ini juga akan memiliki dampak baik berupa pengurangan jumlah polusi yang berasal dari kendaraan bermotor. Jika dilihat lebih lanjut, polusi ini akan berkurang seiring berjalannya pengurangan pada volume kendaraan bermotor yang menyebabkan kontribusi polutan dapat berkurang dan dapat mendorong adanya udara bersih yang tersedia di kota tersebut.
  • Mendorong perekonomian dan menurunkan kemiskinan. Dengan adanya investasi di wilayah atau negara tentu akan memberikan efek investasi yang lebih dari total investasi sebelumnya. Pembangunan LRT ini memiliki adanya pembangunan pada sektor lainnya yang berada pada sekitar lokasi yang dapat membantu fasilitas pendukung lainnya yang mungkin disediakan oleh swasta ataupun masyarakat setempaat. Investasi ini kemudian juga mendorong adanya daya tarik untuk investasi dalam bentuk lainnya dikarenakan aktivitas ekonomi akan didukung oleh masyarakat yang menggunakan transportasi ini. Bukan hanya itu saja, Palembang juga akan menjadi sorotan bagi mancanegara dengan adanya kompetisi se-Asia yaitu Asean Games dimana dapat mendorong investor luar untuk dapat menyalurkan dananya. Daya tarik yang dihasilkan oleh LRT ini harus dibantu dengan adanya pembuktian bahwa transportasi ini memang benar memiliki pelayanan dengan kualitas yang baik. 
  • Sebagai transportasi massal, LRT juga dapat menjadi faktor pendorong mobilitas dari masyarakat untuk golongan menengah kebawah. Pemanfaatan dan penggunaan LRT ini dapat menjadikan salah satu alternatif untuk dapat meningkatkan produktivitas dari individu yang kemudian berdampak pada timbulnya kegiatan ekonomi baru. Bukan hanya itu saja, transportasi ini jika dimanfaatkan dengan baik dapat memberikan adanya kesempatan pekerjaan yang lebih luas dibandingkan dengan sebelumnya karena dalam melakukan akses untuk keluar kota akan lebih. Dampak ini akan benar-benar terasa dengan pengenaan biaya yang dapat dikatakan masih mungkin untuk dipenuhi oleh masyarakat yang memiliki penghasilan rendah.

Akumulasi dari peningkatan pada produktivitas ini pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dimana kemiskinan akan mengalami penurunan. Pemerintah juga menargetkan bahwa pertumbuhan dari kota Palembang akan melebihi dari pertumbuhan nasional, mengingat bukan hanya masyarakat lokal yang merasakan. 

Akan tetapi, keuntungan ini juga dirasakan oleh pemerintah daerah dimana adanya tambahan dari penerimaan berupa kunjungan yang dilakukan berbagai pihak yang meningkat pada tahun 2018. 

Pemanfaatan pembangunan yang tujuannya untuk sebuah event ini tentu memiliki dampak positif pasca acara dikarenakan seluruh fasilitas hingga pembangunan tentunya akan dirasakan sendiri oleh masyarakat Palembang. Dengan harapan dapat membaerikan mutiplier effect kepada masyarakat di daerah tersebut. Selain itu, ini juga merupakan bentuk percepatan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah serta sebagai bukti bahwa pembangunan tidak hanya daerah Jawa terus menerus.

Referensi

Federal Reserve Bank of St.Louis. (2004). Retrieved 05 2018, from The Costs and Benefits of Light Rail

Menteri Perhubungan Darat. (2010, Maret). Retrieved 05 26, 2018, from Perhubungan Darat Dalam angka 2009.

Pojani, D. (2015). Sustainable Urban Transport in the Developing World: Beyond Megacities. Sustainability , 7 .

Wright, Lloyd dan Fjellstorm, Karl. 2002. Opsi Angkutan Massal. Institut for Transpotation and Development Policy dan GTZ: Germany.

Litman, Todd (2009) Smart Transportation Economic Stimulation: Infrastructure That Support Economic Development,