Mohon tunggu...
Intan Nadhira Safitri
Intan Nadhira Safitri Mohon Tunggu... Penulis - Bachelor's Degree of Communication Science - Journalistic

Loves writing since elementary school.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Mengenal Korean Wave, Apa Saja Sih Serba-serbinya?

14 Juli 2021   13:04 Diperbarui: 15 Juli 2021   12:55 760
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jakarta - Apa yang terlintas di benak anda saat mendengar kalimat Korea Selatan? Teknologi canggih, kosmetik, fashion, kuliner khas, budaya, pesona dan keindahan alam, drama serial, grup idol yang berhasil membuat para penggemarnya terpesona, atau bahkan aktor-aktris berbakat dengan actingnya yang mampu mengikat emosi penontonnya?

Ya, tentu saja hal tersebutlah yang akan muncul di benak kita saat mendengar kalimat Korea Selatan. Negeri ginseng memang memiliki daya tarik tersendiri serta mampu memikat masyarakat mancanegara dan para penggemarnya.

Terkhusus lagi, Korea Selatan mampu membuat perekonomiannya terus berkembang pesat, padahal Korsel tidak memiliki sumber daya alam seperti hutan hingga pertambangan minyak dan gas bumi. Lalu, bagaimana bisa?

Ternyata, rahasianya berasal dari industri hiburan dan budaya Korsel yang menyumbang banyak pendapatan negara. Saat ini kita pasti tahu bahwa Korsel berhasil menguasai dunia lewat industri hiburan dan budayanya, bahkan sukses menggaet generasi muda di seluruh dunia sebagai penggemarnya.

Popularitas tersebut membuat gaya hidup penggemarnya seolah berkiblat pada Korsel. Mereka mulai mengimplementasikan budaya Korsel dalam kehidupan sehari-hari, seperti belajar bahasa Korea, meniru gaya bahasa, mencoba kuliner khas, bahkan mereka menggunakan kosmetik, dan meniru fashion Korsel.

Fenomena seperti ini dinamakan Korean Wave atau Hallyu, yang meliputi beberapa aspek, seperti musik (K-Pop), drama (K-Drama), budaya (K-Culture), kecantikan (K-Beauty), fashion (K-Fashion), hingga kuliner (K-Food).

K-Pop idol BTS. (Drakorclass)
K-Pop idol BTS. (Drakorclass)
Saat ini K-Pop menduduki popularitas teratas, bahkan sejak pertama kali kemunculannya di pasar global K-Pop telah banyak menarik perhatian penggemar di mancanegara dan terus berkembang hingga kini. Seperti yang baru saja terjadi beberapa waktu lalu, salah satu brand makanan McDonald's di berbagai negara melakukan kolaborasi dengan K-Pop idol BTS yang makin membuat euforia Korean Wave semakin terasa.

Sontak Army, sebutan untuk para penggemar BTS, langsung menyerbu gerai McDonald's untuk mendapatkan menu kolaborasi K-Pop idol favoritnya. Serbuan dari para Army membuat McDonald's dibanjiri customer yang mengantri sampai ke ruas jalan.

Dibawah K-Pop, ada K-Drama yang menduduki posisi kedua. Tak dapat ditepis bahwa drama serial Korea mampu membuat penontonnya seolah terbawa suasana dan merasakan ikatan emosi. Bahkan K-Drama berhasil membuat masyarakat yang bukan penggemar pun turut menyukai K-Drama.

Seperti Nana, seorang mahasiswi yang bukan penggemar fanatik serba-serbi Korsel. Ia mengaku sempat keheranan dengan temannya yang terlalu fanatik menggemari industri hiburan Korsel, sedangkan ia sendiri adalah tipikal orang yang netral.

"Jujur aku tidak pernah mengidolakan siapa pun, baik itu dari negara sendiri maupun luar negeri ya. Bisa dibilang aku itu netral. Tapi sekarang aku suka nonton serial drakor. Itu pun bermula gara-gara mamaku yang random nonton TV, kebetulan channel TV itu sedang menayangkan drama Korea. Besok harinya mama cerita dan merekomendasikan aku untuk nonton drakor itu karena seru. Agak kaget sih, kok bisa mama suka drakor. Karena penasaran akhirnya aku tonton, dan ternyata bener lho, seru," ungkap Nana, Selasa (13/7/2021).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun