Mohon tunggu...
Indra Sumantri
Indra Sumantri Mohon Tunggu... Memulai menulis untuk meneruskan informasi kepada masa depan bangsa

Semangat menulis, membaca, dan menganalisis.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Efektivitas Olahraga Panahan dalam Mengontrol Emosi dan Perilaku pada Klien Hiperaktif dalam Konseling

9 Juli 2020   09:40 Diperbarui: 9 Juli 2020   10:31 55 1 0 Mohon Tunggu...

EFEKTIVITAS OLAHRAGA PANAHAN DALAM MENGONTROL EMOSI DAN PERILAKU PADA KLIEN HIPERAKTIF DALAM KONSELING

Indra Sumantri

Universitas Al Azhar Indonesia

indrasumantri1@gmail.com

Abstrak: Olahraga merupakan kegiatan yang memiliki banyak manfaat, baik secara fisik maupun psikis yang dapat dirasakan oleh semua orang apabila dilakukan dengan baik dan benar. Salah satunya ialah olahraga panahan yang merupakan olahraga yang membutuhkan bimbingan pelatih yang berkompeten, sehingga manfaat dari olahraga ini dapat terasa maksimal oleh pemanah. Olahraga panahan memiliki manfaat seperti melatih fokus, meningkatkan ketenangan, dan juga melatih otot tubuh, sehingga aktivitas sensorik dan motorik tubuh dapat terkoordinasi menjadi lebih baik. Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD merupakan kelainan mental yang biasanya terdapat pada anak-anak dan remaja yang dimana berperilaku impulsif dan cenderung destruktif yang dapat mempengaruhi kehidupannya sehari-hari, baik kepada diri sendiri, maupun kepada keluarga dan lingkungannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memahami dan memperbaiki keadaan tersebut ialah dengan melakukan konseling. Penulis mencoba melakukan penelitian dengan menggunakan metode kajian pustaka yang berhubungan dengan olahraga panahan, ADHD, dan konseling dengan tujuan mengetahui apakah terdapat efektivitas yang dapat dirasakan dengan mengaplikasikan olahraga panahan dalam konseling untuk memperbaiki klien dengan ADHD atau hiperaktif. Dari tinjauan pustaka yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa olahraga panahan memiliki efektivitas dalam upaya mengontrol emosi dan perilaku klien hiperaktif (ADHD) dalam konseling.

Kata kunci: Panahan, Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD, dan koseling

Pendahuluan 

Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan beragam kondisi, baik itu secara jasmaniah dan rohaniah. Hal lainnya yang terdapat dalam diri manusia ialah tentang kondisi fisik, psikis, emosi, kognisi, dan spiritual. Semua faktor kehidupan di atas yang terdapat dalam diri manusia memengaruhi bagaimana dirinya bertindak, berpikir, dan juga mengambil keputusan dalam merespon semua fenomena yang ada disekitarnya.

Pada tiap fase perkembangan fisik manusia tentunya memiliki tantangan dan target pencapaian tersendiri. Perkembangan yang dilatarbelakangi oleh asupan gizi dan kegiatan yang dijalani pada tiap fasenya tentu berbeda. Saat usia anak-anak berbeda dengan usia remaja, usia dewasa berbeda perkembangannya dengan usia lansia. Setiap fase perkembangan fisik pada diri manusia memiliki ciri khasnya tersendiri yang berbeda dengan fase perkembangan lainnya.

Pada aspek psikis atau kejiwaan, tentunya juga memiliki perbedaan pada tiap fase perkembangan yang dialami manusia. Banyak faktor yang menjadi penyebab baik atau tidaknya perkembangan emosi kejiwaan yang dimiliki oleh seseorang. Bisa dari pola asuh yang didapatkan, lingkungan sosial, stimulus yang diterima, dan pemahaman akan norma yang berlaku dalam kehidupannya sehari-hari.

Keadaan emosi seseorang dapat dinilai sebagai hasil dari keadaan psikis atau kejiwaan dari seseorang. Bila seseorang memiliki kejiwaan yang baik, maka emosinya akan stabil. Bila seseorang memiliki jiwa yang sehat, maka orang tersebut akan cenderung mengeluarkan emosi yang baik dan bermanfaat untuk orang lain. Apabila tidak bermanfaat, paling tidak emosinya tidak akan membuat hal buruk bagi lingkungannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x