Mohon tunggu...
Inspirasiana
Inspirasiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Kompasianer Peduli Edukasi.

Kami mendukung taman baca di Soa NTT dan Boyolali. KRewards sepenuhnya untuk dukung cita-cita literasi. Untuk donasi naskah, buku, dan dana silakan hubungi: donasibukuina@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Terbanglah Camar (VI - Tamat)

31 Oktober 2022   11:45 Diperbarui: 31 Oktober 2022   11:44 121
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Terbanglah camar | Foto: Wirestock/Freepik

Sebelum membaca lebih lanjut, silakan baca lima bagian sebelumnya: Terbanglah Camar (I), Terbanglah Camar (II), Terbanglah Camar (III), Terbanglah Camar (IV), Terbanglah Camar (V)

Fanny merasa bagai mimpi ketika melihat seorang wanita setengah baya berdiri di hadapannya. 

Mama! Gaung yang lama terlupakan itu kini berdentang nyaring di hatinya. Antara rindu dan benci, ia hanya memandangi mama tanpa dapat berkata-kata.

"Fanny," Mama memanggilnya dengan bibir bergetar. "Mama minta maaf. Mama tidak pernah memperhatikan kamu. Ketika kamu kecelakaan, mama sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Mama ..."

"Ma ..."

***

"Kamu hebat!" Peter tersenyum hangat setelah memeriksa Fanny. "Kemajuanmu sangat pesat. Mungkin dua atau tiga hari lagi, kamu sudah boleh pulang."

Fanny memandang Peter dengan mata berkaca-kaca. Dewa penolong, batinnya, betapa miripnya kamu dengan Geld. Kalau bukan karena kamu, mungkin aku sudah mati sejak kemarin-kemarin. Tetapi ...

"Hei," Peter memandangnya dengan heran. "Kamu tidak gembira, Fanny?"

Baca juga: Pelukis Masa Lalu

"Saya gembira, dokter."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun