Mohon tunggu...
Inspirasiana
Inspirasiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Kompasianer Peduli Edukasi.

Kami mendukung taman baca di Soa NTT dan Boyolali. KRewards sepenuhnya untuk dukung cita-cita literasi. Untuk donasi naskah, buku, dan dana silakan hubungi: donasibukuina@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Sebuah Cerita di Bawah Kolong Langit

9 Juni 2021   10:46 Diperbarui: 9 Juni 2021   11:07 386
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sebuah cerita di bawah kolong langit - Photo by Pawel Furman on unsplash.com

Dengan tulus, diberikannya Ruby berbungkus kertas itu kepada sahabatnya.

Namun, sungguh di luar dugaan, tanpa membuka bungkusnya, sahabat petani begitu gusar lalu membuang batu permata tersebut di tempat sampah sembari pergi menyumpahi sang petani yang dianggapnya begitu menghina dirinya dengan memberikan pemberian yang tidak layak untuknya.

Sedang petani mengambil kembali permata tersebut, pedih pula hatinya. Maka disimpannya kembali batu permata tersebut dan berjanji akan ia berikan pada istrinya kelak di kemudian hari.

Terkadang hati manusia begitu tamak, meski tidak semua orang demikan. Bahkan kebaikan-kebaikan yang ada di sekitar kita lupa untuk dihitung dan dinikmati sepenuh hati. Seringkali kita hanya berfokus pada masalah pribadi saja sehingga kebaikan hati orang lain tertutupi.

Petani ini belajar dari sahabatnya. Terkadang niat baik tidak selalu diterima baik oleh orang yang ditolong. Terkadang pemberian baik ditolak karena dianggap tidak sesuai kebutuhan. 

Hati manusia begitu tak terduga. Hanya kepada Tuhan saja si petani menaruh percaya dan pengharapan. 

Di lubuk hati terdalam dia merenung dan mengingat istri tercinta. Tuhan sudah memberikan pasangan sejati yang cantik hatinya. Wanita yang pantas menerima batu permata Ruby berharga dan indah tiada tara.

Meski ada sedih yang dirasakan petani atas perilaku sahabatnya, namun dia belajar. Terkadang orang yang terburu-buru memutuskan tanpa melihat keadaan bisa berujung fatal. Bukan hanya itu keberuntungan bahkan bisa batal menghampiri. 

Namun petani yang murah hati sekarang tahu arti persahabatan sejati. Dia lebih lagi mengagumi istrinya. Bukan hanya pasangan sejati namun juga sahabat terbaik.

Atau bagaimana bila petani itu adalah Anda atau kami berdua? Mungkin juga pedagang itu pun Anda atau kami berdua. Bagaimana bila kita menjadi bagian dari cerita tersebut, menurut Anda apa yang akan Anda lakukan? Hal apa yang dapat kita pelajari? Sila berpendapat....

....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun