Mohon tunggu...
Inspirasiana
Inspirasiana Mohon Tunggu... Kompasianer Peduli Literasi dan Edukasi

Bagikan tulisan hak cipta kami dalam bentuk artikel Kompasiana. Kami ingin menerbitkan bunga rampai karya dan mendukung taman baca di penjuru tanah air. Artikel di akun ini semoga kelak dapat dibukukan. KRewards sepenuhnya untuk dukung cita-cita literasi. https://linktr.ee/inspirasiana * IG: inspirasianakita * FB: inspirasiana.kita * Twitter: @InspirasianaKi1

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Henrietta Lacks yang Abadi, Kisah Perempuan yang Menyelamatkan Manusia Tanpa Seizinnya

21 April 2021   07:13 Diperbarui: 21 April 2021   15:57 245 20 17 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Henrietta Lacks yang Abadi, Kisah Perempuan yang Menyelamatkan Manusia Tanpa Seizinnya
Henrietta Lacks (1 Agustus 1920 -- 4 Oktober 1951) | Foto diambil dari New York Times

Pada tanggal 29 Januari 1951, Henrietta Lacks menuju Rumah Sakit Johns Hopkins di Baltimore, Amerika Serikat. Rumah sakit tersebut adalah satu-satunya yang dapat melayani Henrietta yang adalah seorang petani tembakau keturunan Afrika-Amerika.

Saat itu segregasi (kebijakan pemisahan masyarakat karena SARA) masih terjadi di Amerika Serikat. Lacks merasakan sakit di perutnya dan kembali dengan hasil ia sedang mengandung anaknya yang ke-5, Joseph Lacks.

Namun setelah melahirkan Joseph, Lacks mengalami pendarahan hebat dan didiagnosis menderita kanker serviks. Delapan bulan kemudian, walaupun menjalani operasi dan perawatan radiasi, Lacks meninggal pada usia 31 tahun.

Namun tidak semua dari Henrietta Lacks meninggal pada 4 Oktober 1951. Ia tanpa sadar telah meninggalkan sebagian dari dirinya yang masih hidup dan bermanfaat untuk umat manusia, mungkin juga untuk Anda.

Gambar fluoresensi multiphoton dari sel HeLa | Foto diambil dari Wikipedia
Gambar fluoresensi multiphoton dari sel HeLa | Foto diambil dari Wikipedia
 Sel HeLa yang Abadi

Tanpa sepengetahuan Henrietta Lacks yang sedang dirawat di Rumah Sakit John Hopkins, sel-sel kanker hasil dari biopsi Henrietta diambil oleh Kepala Laboratorium Penelitian Kultur Jaringan, George Otto Gey.

Gey menemukkan bahwa sel epithelial dari kanker serviks yang merenggut nyawa Henrietta dapat bereproduksi dengan kecepatan yang luar biasa dan tetap hidup untuk jangka waktu yang lama. Ketika sel biasa hanya dapat bertahan beberapa hari di laboratorium, sel Henrietta dapat membelah beberapa kali tanpa mati.

Sebelumnya para peneliti selalu kesulitan karena sel penelitiannya selalu melemah dan mati sebelum hasil dari penelitian ditemukan. Sel Henrietta kemudian disebut dengan "sel abadi".

Grey terus membiakkan sel yang ia ambil tanpa sepengetahuan dan persetujuan Lacks, dan menamainya dengan nama Sel HeLa. Nama ini diambil dari dua huruf pertama dari nama depan dan belakang Henrietta Lacks.

Sel HeLa kemudian dikirimkan oleh Gey ke rekan-rekannya di seluruh Amerika Serikat secara gratis. Sel tersebut kemudian diproduksi massal dan disebar hingga ke seluruh dunia. Sel HeLa bahkan dikirim ke luar angkasa dalam rangka meneliti apakah jaringan sel manusia dapat bertahan hidup tanpa gravitasi.

Bagian dari Henrietta Lacks terus digunakan untuk penelitian tentang kanker, AIDS, efek radiasi, zat beracun, pemetaan gen hingga menghasilkan sekitar 60.000 jurnal ilmiah. Vaksin polio pertama yang kemungkinan pernah Anda dapatkan juga ditemukan oleh Dr. Jonas Stalk berkat sel HeLa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x