Mohon tunggu...
Inosensius I. Sigaze
Inosensius I. Sigaze Mohon Tunggu... Lainnya - Membaca dunia dan berbagi

Mempelajari ilmu Filsafat dan Teologi, Politik, Pendidikan dan Dialog Budaya-Antaragama di Jerman, Founder of Suara Keheningan.org, Seelsorge und Sterbebegleitung dan Mitglied des Karmeliterordens der Provinz Indonesien | Email: inokarmel2023@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Tuntutan Kebebasan Lebih Pasca Vaksin di Jerman dan Pesan Kemanusiaan di Hari Palang Merah Internasional 2021

8 Mei 2021   16:18 Diperbarui: 9 Mei 2021   16:55 311
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pktogramme-Coronavirus. covid19.public.lu

Patokan pertimbangan untuk keputusan perubahan terkait kebebasan bagi mereka yang sudah divaksin mestinya tidak terpisahkan dari pertimbangan kemanusiaan secara global. 

Nah, data terkait tentang berapa yang divaksin sudah menunjukkan dengan jelas bahwa belum sampai setengah dari penduduk dunia yang divaksin, belum lagi tingkat kenyamanan dari risiko penyebaran virus untuk kedua kalinya belum diuji dengan baik.

Artinya potensi dan risiko kematian yang disebabkan oleh covid-19 masih sangat besar. Karena itu, momen peringatan palang merah itu perlu menjadi momen untuk melihat kembali seberapa penting keputusan politis di Eropa tentunya.

Keputusan politik terkait Covid-19 selalu akan punya dampak langsung dan tidak langsung pada negara-negara lain. Dampak langsung bahwa keputusan itu akan menjadi keputusan pembanding di negara lain, sekurang-kurangnya bagi mereka yang sudah divaksin.

Sedangkan dampak tidak langsung adalah bahwa menimbulkan kecemasan setelah kesempatan bebas itu diberikan. Kecemasan itu, bukan saja pada negara-negara yang merasa diri warganya banyak di vaksid saja, tetapi bisa juga negara-negara tetangga terkena imbasnya.

Arus wisata dan perjalanan antar negara rupanya tidak bisa ditutup, karena itu cepat atau lambat semestinya polemik terkait pemberian kebebasan itu perlu dipertimbangkan lagi secara matang.

Kebebasan memang penting, namun kemanusiaan dan keselamatan manusia jauh lebih penting. Tuntutan kebebasan tidak bisa dipaksakan, jika saja risiko penyebaran virus belum bisa dikendalikan.

Ulasan ini tidak lain bermaksud untuk mendukung opini pemerintah Indonesia terkait keselamatan manusia melalui program-program praktis yang kadang terasa membatasi kebebasan. Kesan apa pun harus dikalahkan atas nama kemanusiaan.

Bayangkan saja, jika lebaran saja dilarang mudik, maka sebenarnya tidak punya alasan masuk akal seperti atas nama kebebasan itu, mereka yang sudah divaksin itu diberikan kesempatan untuk bepergian dan mengunjungi keluarga mereka.

Karena itu ada 5 pertimbangan yang mesti diperhatikan agar dampak penyebaran pasca vaksin tidak meningkat:

1. Kewaspadaan diri setiap orang perlu dimiliki tanpa harus dipilah siapa yang sudah divaksin dan siapa yang belum divaksin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun