Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Lainnya - Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengapa Laki-laki Lebih Banyak Terdeteksi Mengidap HIV/AIDS?

30 September 2022   15:50 Diperbarui: 30 September 2022   15:53 144 11 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. (Sumber: bundesgesundheitsministerium.de)

Laki-laki yang lakukan perilaku seksual berisiko tertular HIV/AIDS lebih banyak daripada perempuan sehingga jumlah kasus lebih banyak pada laki-laki

Berita di beberapa media online terkesan justru mempertanyakan tentang 'mengapa kasus HIV/AIDS banyak terdeteksi pada laki-laki.' Simak judul-judul berita ini:

(1). Pengidap HIV/AIDS di Kota Bekasi Didominasi Pria  

(2). Pengidap HIV-AIDS Gorontalo Capai 754 Orang, Didominasi Laki-Laki  

(3). 118 Kasus HIV-AIDS di Bantul, Didominasi Pria Usia Produktif  

(4). Penderita HIV/AIDS di Gunungkidul Didominasi Pria  

(5). Penderita HIV/AIDS Gunungkidul Mayoritas Pria, Apa Saja Gejala HIV pada Laki-laki?  

Selain menyiratkan pernyataan dan pertanyaan terkait dengan pria atau laki-laki yang lebih banyak mengidap HIV/AIDS, pemakaian kata 'didominasi' juga tidak pas.

Dalam KBBI disebutkan dominasi adalah penguasaan oleh pihak yang lebih kuat terhadap yang lebih lemah (dalam bidang politik, militer, ekonomi, perdagangan, olahraga, dan sebagainya).

Nah, bagaimana caranya pria atau laki-kali menguasai perilaku seksual dan nonseksual yang berisiko tinggi terjadi penularan HIV/AIDS?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan