Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Blogger - Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Gejala HIV/AIDS Tidak Otomatis Membuktikan Sudah Tertular HIV/AIDS

15 September 2022   11:02 Diperbarui: 15 September 2022   11:06 407
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Matriks: Tertular HIV, masa jendela, dan masa AIDS. (Foto: Dok Pribadi/Syaiful W. Harahap)

"Hari gini" masih saja ada berita yang menyesatkan yaitu mengait-ngaitkan ciri, tanda atau gejala HIV/AIDS dengan penularan HIV/AIDS

"HIV AIDS Sudah Bersarang di Tubuh Apabila Seseorang Alami 9 Gejala Ini, Cepat Kenali Tanda Awal dan Gejalanya!" Ini judul berita di portalsulut.pikiran-rakyat.com (12/9-2022).

Astaga, judul berita ini dalam jurnalistik disebut misleading atau menyesatkan karena yang selalu disebut ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS tidak otomatis menunjukkan yang mengalami gejala itu sudah tertular HIV/AIDS kalau tidak ada prakondisi.

Dalam berita disebut gejala awal HIV dapat meliputi:

  • demam
  • panas dingin
  • pembengkakan kelenjar getah bening
  • sakit dan nyeri
  • ruam kulit
  • sakit tenggorokan
  • sakit kepala
  • mual
  • sakit perut

Banyak orang yang mengalami gejala-gejala di atas, bahkan berulang kali tapi sama sekali tidak terkait dengan infeksi HIV/AIDS.

Baca juga: Ngeri Kali Judul Berita HIV/AIDS Ini

Jika ciri-ciri, tanda-tanda atau gejala-gejala terkait dengan HIV/AIDS pada seseorang dikaitkan dengan HIV/AIDS, maka orang tersebut harus pernah atau sering melakukan perilaku seksual berisiko, seperti di bawah ini:

(1). Laki-laki atau perempuan dewasa heteroseksual yang pernah atau sering melakukan hubungan seksual penetrasi (seks vaginal, seks anal dan seks oral), di dalam dan di luar nikah, dengan pasangan yang berganti-ganti yang tidak diketahui status HIV-nya dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom,

(2). Laki-laki dewasa heteroseksual yang pernah atau sering melakukan hubungan seksual penetrasi (seks vaginal, seks anal dan seks oral) dengan perempuan yang serng berganti-ganti pasangan, dalam hal ini pekerja seks komersial (PSK) langsung dan PSK tidak langsung, cewek prostitusi online, yang tidak diketahui status HIV-nya dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom, 

(3). Laki-laki dewasa heteroseksual yang pernah atau sering melakukan hubungan seksual penetrasi (seks anal dan seks oral) dengan waria yang tidak diketahui status HIV-nya. Sebuah studi di Kota Surabaya tahun 1990-an menunjukkan pelanggan waria kebanyak laki-laki beristri. Mereka jadi 'perempuan' ketika seks denga waria (ditempong), sedangkan waria jadi 'laki-laki' (menempong),

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun