Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

"Remaja Gay" dan "Waria Muda" Rentan Tertular HIV

19 April 2019   18:56 Diperbarui: 19 April 2019   19:17 123 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Remaja Gay" dan "Waria Muda" Rentan Tertular HIV
Ilustrasi (Sumber: ibtimes.co.in)

Catatan: Penulis mencari artikel 'Remaja Gay' dan 'Waria Muda' Rentan Tertular HIV yang diunggah di Kompasiana tanggal 18 Oktober 2011 untuk mendukung artikel Mungkinkah Perjaka dan Perawan Mengidap HIV/AIDS?, tapi ketemu. Ketika dicari dengan Google muncul judul yang sama di wariajawatimur.blogspot.com dengan tanggal unggahan 11/05/2011 01:02:00 AM. Sedangkan pencarian di Kompasiana memunculkan judul tapi tidak bisa di-klik.

Ketika artikel di web wariajawatimur.blogspot.com di-klik isinya persis sama 100 persen dengan artikel asli. Itu artinya copy-paste. Tidak disebutkan sumber. Tidak ada pula alamat kontak di web itu yang bisa dihubungi. Mohon bantuan rekan-rekan Kompasianer, siapa tahu ada yang mengenal pengelola web tsb. Terima kasih.

***

Menakut-nakuti remaja putra terkait dengan kehamilan pada pacarnya ternyata berujung 'buruk'. Pada masa dorongan hasrat seksual sedang menggebu-gebu mereka terperangkap dalam ketakutan.

Remaja putra takut menyalurkan dorongan seksual dengan pasangannya kerena takut pasangannya hamil. Ini terjadi karena pemahaman terhadap kesehatan reproduksi yang sangat rendah di kalangan remaja.

Akibatnya, mereka mencari cara penyaluran dorongan seksual yang terhindar dari kemungkinan kehamilan pada pasangannya, yaitu: dilakukan dengan pekerja seks komersial (PSK) atau melampiaskannya dengan sesama (homoseksual).

'Remaja gay' dan 'waria muda' sudah aktif secara seksual sejak berusia antara 18 dan 20 tahun. Bahkan, kebanyakan justru sudah mulai berhubungan seksual pada usia antara 15 dan 16 tahun.

Remaja yang menyalurkan dorongan seksual dengan PSK berisiko tinggi tertular HIV. Sudah banyak kasus HIV/AIDS faktor risiko (cara penularan) hubungan seksual yang terdeteksi pada remaja. Memang, persentase kasus HIV/AIDS pada remaja didominasi faktor risiko jarum suntik pada penyalahguna narkoba (narkotik dan bahan-bahan berbahaya).

Pada konferensi pers di Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS IV 2011 di Jogja (4/10-2011) pengurusGWL-INA (Jaringan Gay, Waria dan Lelaki yang berhubungan Seks dengan Lelaki lain) yaitu organisasi yang melakukan advokasi terhadap permasalahan gay, waria, dan biseksual di Indonesia terungkap bahwa ada kasus HIV/AIDS yang terdeteksi pada 'remaja gay' dan 'waria muda'.

'Remaja gay' dan 'waria muda' rentan tertular HIV karena mereka tidak memakai kondom saat melakukan seks anal atau seks oral. Ini terjadi karena hubungan seksual yang mereka lakukan tidak mungkin menimbulkan kehamilan seperti yang selalu disampaikan orang tua, guru dan pihak-pihak lain dalam berbagai kegiatan jika mereka melakukannya dengan pasangan atau pacarnya.

Risiko kehamilan pada pasangan atau pacar seperti yang dijejali melalui ceramah pada berbagai kesempatan kepada remaja mendorong mereka mencari penyaluran hasrat seksual yang terhindar dari kehamilan. Maka, mereka pun tidak memakai kondom pada saat melakukan seks anal atau seks oral. Padahal, ada risiko lain yang mengintip pada seks anal dan seks oral yaitu tertular IMS (infeksi menular seksual, seperti GO, sifilis, klamidia, virus hepatitis B, dll.) serta HIV.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x