Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Penularan HIV/AIDS Bukan karena Seks di Luar Nikah

23 Januari 2019   21:08 Diperbarui: 23 Januari 2019   21:34 189 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Penularan HIV/AIDS Bukan karena Seks di Luar Nikah
Ilustrasi (Sumber: avert.org)

Beberapa negara, seperti Thailand, sudah membuktikan bahwa penyebarluasan informasi HIV/AIDS yang akurat melalui media massa jadi salah satu kunci keberhasilan penanggulangan HIV/AIDS. Dari lima program yang dicanangkan Thailand dengan skala nasional yang pertama adalah penyebaran informasi HIV/AIDS yang akurat melalui media massa.

Celakanya, di Indonesia media massa dan media online banyak yang justru menyebarkan informasi yang tidak akurat tentang HIV/AIDS. Bahkan, sebagian besar dibumbui dengan moral sehingga yang muncul hanya mitos (anggapan yang salah) tentang HIV/AIDS.

Lihat saja 'tips untuk terhindar dari virus HIV' yang disebarkan oleh jateng.tribunnews.com (9/10-2018) ini, yaitu: 1. A (abstinance) adalah tidak berhubungan seks di luar nikah (yang merupakan bagian dari Program ABCDE Kementerian Kesehatan RI).

Selain mitos tips nomor 1 itu menyesatkan karena tidak ada hubungan antara hubungan seksual di luar nikah dengan penularan HIV/AIDS.

Dok Pribadi
Dok Pribadi
Penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual, di dalam dan di luar nikah (sifat hubungan seksual), bisa terjadi jika salah satu atau dua-duanya mengidap HIV/AIDS dan laki-laki tidak memakai kondom setiap kali melakukan hubungan seks sejak mulai sampai ejakulasi (kondisi hubungan seksual).

[Baca juga: Risiko Penularan HIV/AIDS Bukan karena Sifat Hubungan Seksual]

Pengalaman guru agama di sebuah daerah di Pulau Sumatera yang tertular HIV/AIDS dari istrinya menunjukkan bahwa penularan HIV bukan karena hubungan seksual di luar nikah. Istri kedua guru agama itu ternyata seorang perempuan yang pernah menikah. Dia tertular dari suaminya. Ketika cerai dia tidak menyadari kalau dirinya tertular HIV. Ketika menikah dengan guru agama tadi dia pun menularkan HIV ke guru agama yang jadi suaminya tanpa dia sadari.

[Baca juga: Guru Agama Ini Kebingungan Anak Keduanya Lahir dengan AIDS]

Dalam berita disebutkan oleh Ketua Warga Peduli Aids (KPA) Kelurahan Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang, Jateng: "Sebelum dilakukan tes VCT, warga ditanya terlebih dahulu oleh petugas kesehatan Puskesmas Manyaran, apakah pernah melakukan hubungan badan selain dengan pasangan."

Pertanyaan ini adalah mitos karena risiko tertular HIV juga bisa dari pasangan. Buktinya, ibu-ibu rumah tangga yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS. Mereka ini tertular dari pasangan tetap yang sah secara agama dan hukum. Lagi pula tidak jelas warga yang ditanya itu perempuan (istri) atau laki-laki (suami).

Disebutkan: 20 warga Krapyak mengitu tes VCT (konseling dan tes HIV sukarela), hasil tes mereka dinyatakan negatif HIV/ AIDS.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x