Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

AIDS di Badung, Terbanyak Melalui Hubungan Seksual Hal yang Wajar

13 September 2018   12:38 Diperbarui: 13 September 2018   12:55 0 1 0 Mohon Tunggu...
AIDS di Badung, Terbanyak Melalui Hubungan Seksual Hal yang Wajar
Ilustrasi (Sumber: ashokanews.com)

Virus HIV/AIDS terus menyerang Kabupaten Badung (Bali-pen.). Bahkan data terakhir di bulan Agustus 2018, di Kabupaten Badung terdapat 3.152 kasus. Ini lead pada berita Penularan Penyakit HIV/AIDS Terbanyak Berasal dari Hubungan Seks dan Narkoba (tribunnews.com, 7/9-2018).

Penyebutan 'terus menyerang' terkait dengan epidemi HIV/AIDS merupakan kesalahan besar karena sebagai virus HIV ada di dalam tubuh, tepatnya di darah, orang-orang yang mengidap HIV/AIDS. HIV tidak bisa keluar dari tubuh pengidap HIV/AIDS lalu menyerang orang lain.

Jangankan menyerang, keluar dari darah di udara terbuka saja HIV sudah koit (mati). Apalagi HIV harus berjalan atau terbang tentu melewati udara terbuka. Dan ini sangat mustahil.

Yang lebih tepat bukan penjelasan tentang hubungan seksual sebagai faktor risiko penularan HIV di Badung, tapi pertanyaan ini: Mengapa banyak warga Badung yang tertular HIV melalui hubungan seskual?

Kalau saja wartawan yang menulis berita ini jeli dan narasumber juga memahami epidemi HIV, maka berita merupakan pemaparan tentang risiko tertular HIV melalui hubungan seksual dan jarum suntik narkoba.

Biar pun penularan HIV juga bisa melalui transfusi darah, tapi warga yang menerima transfusi sangat sedikit jika dibandingkan dengan yang melakukan seks setiap hari. Lagi pula darah yang akan ditransfusikan sudah melewati skirining HIV di PMI.

Pertama, kasus HIV/AIDS banyak dengan faktor risiko hubungan seksual adalah wajar dan realistis karena banyak warga yang melakukannya dan setiap saat ada hubungan seksual yang terjadi.

Kedua, hubungan seksual berisiko tertular HIV bisa terjadi di dalam dan di luar nikah dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan seseorang yang sering ganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks komersial (PSK).

PSK sendiri dikenal ada dua jenis, yaitu:

(a). PSK langsung adalah PSK yang kasat mata yaitu PSK yang ada di lokasi atau lokalisasi pelacuran atau di jalanan, dan

(b). PSK tidak langsung adalah PSK yang tidak kasat mata yaitu PSK yang menyaru sebagai cewek pemijat, cewek kafe, cewek pub, cewek disko, anak sekolah, ayam kampus, cewek gratifikasi seks (sebagai imbalan untuk rekan bisnis atau pemegang kekuasaan), PSK high class, cewek online, dll.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x