Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Blogger - Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

AIDS Bukan Soal Gejala, tapi Terkait dengan Perilaku

1 September 2018   15:37 Diperbarui: 2 September 2018   07:42 779
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (Sumber: wwno.org)

(1). Pernah atau sering melakukan perilaku seksual yang berisiko, yaitu: melakukan hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan seseorang yang sering ganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks komersial (PSK) dan pelaku kawin-kontrak dan kawin-cerai.

Laki-laki dengan perilaku nomor (1) jika tertular HIV/AIDS akan jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS ke pasangan seksnya. Yang beristri akan menularkan ke istri, ada yang beristri lebih dari satu. Yang tidak beristri akan menularkan ke pasangan seksnya. Istri-istri yang tidak melakukan perilaku berisiko tapi tertular HIV/AIDS dari suami yang perilaku seksnya berisiko. Istri yang tertular HIV/AIDS bisa pula menularkan HIV/AIDS ke ayi yang dikandungnya. 

(2). Pernah menerima transfusi darah yang tidak diskirining HIV

(3). Pernah menerima cangkok organ tubuh yang tidak diskirining HIV

(4). Pernah atau sering memakai jarum suntik secara bersama-sama dengan bergantian pada penyalahguna narkoba

(5). Pernah atau sering memakai jarum suntik dan alat kesehatan yang bisa menyimpan darah yang dipakai bergantian

(6). Pernah atau sering menyusu ke perempuan yang mengidap HIV/AIDS

Jika seseorang yang menunjukkan gejala-gejala yang disebutkan itu tidak pernah melakukan salah satu atau beberapa perilaku berisiko, maka gejala itu sama sekali tidak terkait dengan infeksi HIV.

Sebaliknya, tanpa satu gejala pun ada risiko tertular HIV kalau melakukan salah satu atau beberapa perilaku berisiko di atas. HIV ada virus yang tergolong sebagai retrovirus yaitu virus yang mereplikasi diri. Di dalam darah HIV menjadikan sel-sel darah putih (sel darah putih berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh) sebagai pabrik untuk menggandakan diri. Sel-sel darah putih yang dijadikan 'pabrik' rusak. Virus-virus baru menjadikan sel-sel darah putih lain sebagai 'pabrik'. Begitu seterusnya sampai pada suatu kondisi sistem kekebalan tubuh sangat rendah, disebut masa AIDS yang secara statistik terjadi antara 5-15 tahun setelah tertular HIV.

Di masa AIDS seseorang sangat mudah diserang berbagai macam penyakit yang disebut sebagai infeksi oportunistik. Penyakit-penyakit inilah kemudian yang menyebabkan kematian pada pengidap HIV/AIDS.

Maka, bagi siapa saja yang pernah atau sering melakukan salah satu atau beberapa perilaku berisiko di atas sebaiknya segera menjalan tes HIV secara sukarela di Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Dengan mengetahui status HIV lebih awal, dokter akan memberikan konseling bagi yang hasil tes HIV negatif agar menjaga perilaku. Sedangkan bagi yang hasil tes HIV positif akan ditangani secara medis dan psikologis oleh dokter dan psikolog.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun