Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Blogger

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Cewek Ingusan Ini Merasa Sudah Kena AIDS

6 Maret 2018   05:24 Diperbarui: 6 Maret 2018   05:53 647 3 0
Cewek Ingusan Ini Merasa Sudah Kena AIDS
Ilustrasi (Sumber: curejoy.com)

Tanya-Jawab ini adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dikirim melalui surat, telepon, SMS, dan e-mail. Jawaban disebarluaskan tanpa menyebut identitas yang bertanya dimaksudkan agar semua pembaca bisa berbagi informasi yang akurat tentang HIV/AIDS. 

Tanya-Jawab AIDS ini dimuat di: "AIDS Watch Indonesia" dan kompasiana.com/infokespro. Yang ingin bertanya, silakan kirim pertanyaan ke Syaiful W. Harahap, melalui: (1) Telepon (021) 8566755, (2) e-mail: aidsindonesia@gmail.com, (3) SMS 08129092017, dan (4) WhatsApp:  0811974977. Redaksi.

*****

Tanya: Kawan saya ada terkena penyakit HIV jadi dia ingin tau apakah ada obatnya. Anak itu baru berumur 15 tahun, Saya sebut terkena penyakit HIV karena veginanya mengeluarkan cairan. 

Dia juga pernah melakukan seks bersama pacarnya, jadi sepertinya dia tertular virus HIV. Kalau ingin tes HIV,  di mana ya pak? Masalahnya kawan saya itu takut kepada orang tuanya jika ketahuan dia terkena HIV. Emangnya ada obat HIV dijual di apotek? Penyakit HIV bisa sembuh gak? Jadi jika terkena HIV dia tidak akan sembuh selamanya? Gak ada jalan keluar gitu? Mohon tolong kami.

Nn "Y", Kalbar (via WA, 8/1-2018)

Jawab: Tidak ada gejala-gejala, tanda-tanda atau ciri-ciri yang khas AIDS pada orang-orang yang sudah tertular HIV. Kalau pun kelak ada gejala itu terjadi pada masa AIDS (setelah tertular antara 5-15 tahun dan hasil tes HIV positif).

Cairan yang keluar dari vagina tidak otomatis sebagai tanda seseorang sudah tertular HIV. Silakan berobat ke dokter.

Salah satu penularan HIV adalah melalui hubungan seksual, di dalam dann di luar nikah, penetrasi (seks vaginal, seks anal dan seks oral) dari seseorang yang mengidap HIV ke orang lain dengan kondisi laki-lak tidak memakai kondom setiap kali melakukan hubungan seksual.

Risiko tertular HIV pada temanmu itu ada kalau pacarnya mengidap HIV/AIDS. Yang jadi persoalan tidak bisa diketahui dari fisik apakah pacar temanmu itu mengidap HIV/AIDS atau tidak.

Risiko tertular HIV melalui hubungan seksual, di dalam dan di luar nikah, dengan yang mengidap HIV/AIDS dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom adalah 1:100. Artinya, dalam 100 kali hubungan seksual ada 1 kali risiko terjadi penularan. Persoalannya adalah tidak bisa diketahui pada hubungan seksual yang keberapa terjadi penularan. Bisa yang pertama, kedua, kelima, kedua puluh, kesembilan puluh dan bisa saja penularan terjadi pada hubungan seksual yang ke-100. Itu artinya setiap hubungan seksual yang berisiko (dilakukan dengan pengidap HIV/AIDS tanpa memakai kondom) selalu ada risiko tertular HIV.

Tes HIV bisa dilakukan di Puskesmas dan rumah sakit umur daerah di tempatmu. Di sana ada klinik VCT yang khusus menangani masalah HIV/AIDS.

HIV/AIDS bukan penyakit. HIV adalah virus dan AIDS adalah kondisi ketika seseorang sudah tertular HIV setelah 5-15 tahun kemudian.

Obat antiretroviral (ARV) bukan untuk menyembuhkan HIV/AIDS tapi hanya untuk menekan laju pertambakan virus (HIV) di dalam darah.

Obat ARV tidak otomatis diberikan kepada orang-orang yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS. Pemberian obat ARV harus berdasarkan hasil tes CD4 yang ditangani oleh dokter.

Jalan keluarnya adalah silakan berobat ke dokter untuk mengetahui penyebab vagina temanmu mengeluarkan cairan. Hasil pemeriksaan dokter akan menentukan apakah dirujuk untuk tes HIV atau tidak. *

disclaimer-5a9dc389f13344047f170422.jpg
disclaimer-5a9dc389f13344047f170422.jpg
Tanya Jawab AIDS No2/Maret 2018

Oleh: Syaiful W. HARAHAP -- AIDS Watch Indonesia