Mohon tunggu...
Lamhot Situmorang
Lamhot Situmorang Mohon Tunggu... www.lamhotsitumorang.my.id

Hanya seorang petani biasa yang ingin belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Mesa Dibantu Pion Tumbangkan Raja, Apakah Trump Bisa Terima Hasil Pemilihan Ini?

6 November 2020   00:08 Diperbarui: 6 November 2020   00:26 62 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mesa Dibantu Pion Tumbangkan Raja, Apakah Trump Bisa Terima Hasil Pemilihan Ini?
Gambar ilustrasi pemilu | pexels.com/element5 Digital

Pemungutan suara dalam pemilihan presiden AS baru periode 2020-2024, pemungutan suara sudah berlangsung pada tanggal 3 November 2020. Partai Republik secara langsung mendukung presiden petahana dari partai mereka sendiri Donald Trump.

Sedangkan Partai Demokrat memilih Joe Biden yang juga sebagai mantan wakil presiden dari Barack Obama yang dianggap menjadi favorit karena elektabilitasnya ketika bersama Obama selama delapan tahun menjadi orang nomor dua di Amerika Serikat. 

Dalam judul di atas yang saya maksud Mesa adalah Joe Biden sendiri karena pernah menjadi wakil presiden selama delapan tahun 2009-2017, dan Pion adalah penduduk Amerika yang memberikan suara terbanyak kepada Joe Biden, sedangkan Raja ada presiden petahana Donald Trump.

Update penghitungan suara yang saya akses dari laman google yang diselenggarakan "The Associated Press" pada hari Kamis, 5 November 2020 pukul 22:00 wib.

Joe Biden unggul jauh dari Trump dalam jumlah suara elektoral Joe Biden memperoleh 264 suara elektoral sedangkan Trump 214 selisih 50 suara elektoral. Untuk  syarat memenangkan pemilu ini kandidat calon presiden harus membutuhkan 270 suara elektoral. 

Di samping itu partai Demokrat juga unggul telak dalam hal jumlah suara pemilih (50,4% berbanding 48% untuk Trump) atau dalam jumlah surat suara sementara untuk JoJoe Biden 72.231.072 suara dan untuk Donald Trump 68.766.683 suara.

Atas hasil yang sudah dirilis sementara ini membuat Trump tidak terima jika dirinya kalah telak dari pesaingnya Joe Biden, Trump juga menuduh Biden melakukan kecurangan dalam pemilihan seperti yang ia sampaikan melalui akun twitter pribadinya. Dan tak hanya sampai disitu Trump juga kembali mentwit jika pemilihan suara harus dihentikan.

Ini merupakan suatu kepanikan Trump jika ia harus mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden AS, segala upaya ia lakukan untuk mencari kebenaran namun, semua sia-sia karena tidak memiliki bukti sebagai pegangannya.

Tinggal selangkah lagi seorang "Mesa" akan bertransformasi menjadi seorang Raja

Melihat pengalaman Biden dalam mengelola tata negara tentunya tidak akan diragukan lagi, karena selama 8 tahun menjabat orang nomor dua, ia sudah banyak memiliki pengalaman dalam mengurus negara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x