Mohon tunggu...
Situmorang
Situmorang Mohon Tunggu... Hanya seorang petani biasa yang ingin belajar menulis

Pengetahuan tidak dapat menggantikan persahabatan. Tetapi, Pengetahuan dapat merubah cara berpikir dalam persahabatan. ~ L.Situmorang ~

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Twitter Menolak untuk Menghapus Konten yang Diretas Anonim

16 Oktober 2020   16:58 Diperbarui: 16 Oktober 2020   17:00 34 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Twitter Menolak untuk Menghapus Konten yang Diretas Anonim
Presiden Donald Trump Resmi Dimakzulkan di Level DPR AS, gambar internasional.kompas.com

Twitter mengatakan untuk menolak penghapusan konten-konten maupun artikel pos yang diretas, dan tidak akan lagi memblokir dan menghapus tweet dengan sepihak.

Sebaliknya sistem pelabelan tweet akan diberlakukan setelah gugatan Partai Republik di Amerika, menyatakan akan mengancam dan memanggil CEO Twitter "Jack Dorsey" karena menutup akun kampanye Presiden Donald Trump dan memblokir tautan Joe Biden tentang kampanye.

Perusahaan mengumumkan perubahan kebijakan pada Kamis, 15 Oktober, dengan mengatakan aturan baru diterapkan kecuali secara langsung dibagikan oleh peretas atau mereka yang bertindak bersama mereka.

Selama 24 jam terakhir, kami telah menerima umpan balik atau feedback yang signifikan dari para kritisi hingga pendukung calon kedua Presiden, namun menyampaikan tentang bagaimana menegakkan kebijakan material yang diretas kemarin apakah dihapus atau tidak.

Langkah tersebut dilakukan setelah pihak Twitter memblokir akun kampanye Donald Trump dan akun sekretaris pers Gedung Putih,

Tweet yang berisi tautan sebuah cerita tentang skandal Joe Biden dan petinggi Ukraina yang diposting dan disebarluaskan oleh pengguna anonim dan media berita mancanegara yang ikut memberitakan dan membagikan di Twitter juga langsung diblokir.

Twitter mengatakan perusahaan ingin mengatasi kekhawatiran bahwa mungkin ada banyak konsekuensi yang tidak diinginkan terhadap jurnalis, pelapor, dan lainnya dengan cara yang bertentangan dengan tujuan Twitter untuk melayani percakapan secara publik.

Tautan yang diblokir oleh Twitter berisi cerita tentang email antara Hunter Biden dan seorang pejabat Ukraina yang mengklaim bahwa dia telah diperkenalkan dengan Joe Biden.

Informasi tersebut diberikan oleh Rudy Giuliani kepada New York Post setelah pemilik toko reparasi komputer mengatakan dia menemukannya di hard drive.

Pemilik toko mengatakan seorang pria yang tidak dapat dia identifikasi membawa tiga komputer ke tokonya untuk diperbaiki musim gugur lalu. Dia mengatakan dia kemudian membuat salinan email dan gambar di hard drive dan memberikannya kepada FBI dan Giuliani, pengacara Trump.

Fakta mengatakan bahwa hard drive yang juga berisi alamat data email bisnis, dimaksudkan untuk mengungkap transaksi kasus korupsi oleh Joe Biden dan putranya di Ukraina.

Twitter awalnya mengatakan cerita itu melanggar kebijakan tentang 'materi yang diretas' dan 'informasi pribadi yang tidak dapat disebarkan secara meluas dari Twitter'.

Kami menerapkan Kebijakan Materi yang Diretas pada tahun 2018 untuk mencegah dan mengurangi bahaya yang terkait dengan peretasan dan pemaparan informasi pribadi yang tidak sah.

Jadi tidak ada yang diuntungkan ketika Twitter mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan jauh sebelum ada kontestasi pemilihan Presiden di Amerika.

Jadi menurut analisa saya, tindakan pemblokiran tautan Biden dengan pemblokiran akun kampanye Donald Trump ceritanya sudah berbeda. Mungkin pihak Trump juga menginginkan pemblokiran akun kampanye atau akun pribadi Joe Biden dari Twitter.

[Referensi berita]

VIDEO PILIHAN