Mohon tunggu...
infoberbagi
infoberbagi Mohon Tunggu... https://www.infoberbagi.web.id

" Pengetahuan tidak dapat menggantikan persahabatan. Aku lebih suka jadi idiot dari pada kehilanganmu " -Patrick Star-

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Krisis Akal Sehat, yang Berujung Jeruji

14 Mei 2019   09:59 Diperbarui: 14 Mei 2019   10:58 0 0 1 Mohon Tunggu...
Krisis Akal Sehat, yang Berujung Jeruji
https://assets.kompasiana.com/items/album/2019/05/14/new-picture-5cda3cca6db843730c219cd2.jpg

Tulisan ini saya buat agar dapat mencerdaskan dan dapat berfikir secara sehat tanpa gegabah, kepada seluruh para pelajar baik dari tingkat SMP hingga perkuliahan dan begitu juga para pemuda pemudi serta orang tua agar dapat terhindar dari jerat hukum.

Akhir-akhir ini banyak berita yang viral karena perbuatan sendiri, hal ini mungkin termasuk konyol bagi saya sendiri mengingat cara pikirnya yang sudah diluar logika sehat. Ini bukan masalah Oposisi ataupun kualisi tapi ini masalah darurat cara pikir masyarakat yang menerima dampak negatifnya.

Di media sosial sekarang banyak kaula muda dan orang tua yang berperan sebagai pejuang sukarela untuk mendukung yang dia pilih, akan tetapi semua bentuk perjuangan yang dilakukan para kaula muda dan orang tua sudah jauh dari luar akal sehat yang berujung dengan jalur hukum di negeri ini, apakah aparatur keamanan kita salah ? tentu tidak. Yang salah justru kita sendiri tidak mungkin anda di tangkap bila tidak ada salah bukan ?

Mari kita mulai hidup secara damai masa kampanye sudah selesai, pemilihan sudah selesai tinggal hasil rekapitulasi dari KPU yang di umumkan tanggal 22 Mei 2019, pilihan anda sudah sangat benar dan tidak ada yang menyalahkan itu akan tetapi Yang Maha Kuasa masih mempercayakan itu kepada petahana. 

Mari kita berpikir secara akal  dan jangan mudah di provokasi,  dari banyak kasus yang terjadi akibat kesalahan sendiri baik itu dari berita HOAX, Fitnah, Provokasi serta pengancaman apakah mereka membantu kita ? tidak !! mereka menyebut secara terang-terangan "Bukang Bagian Dari Kami" ataupun "Kami Tidak Kenal Mereka" lalu apakah perjuangan anda dihargai ? apakah anda akan di labeli pejuang mereka ? tentu tidak bukan ! kita rakyat biasa yang hidup dengan mata pencarian kita masing-masing, siapapun presiden kita yang notabenenya masih manusia tetap juga kita akan cari makan sendiri bukan ?

Coba anda pikir apabila anda terlibat dengan hal-hal yang membuat anda masuk kedalam jeruji besi ?

- Bila anda orang tua : apa yang terjadi pada keluarga anda bila anda terjerumus kedalam penjara, dan bila anda dipecat dari PNS/ASN ? tentu dampaknya adalah pada keluarga anda sendiri, secara tidak langsung ekonomi anda akan secara drastis anjlok, bagaimana nasib anak, istri/suami anda ? tentu psikologi  keluarga anda pasti down karena akan menjadi trending topik baik di lingkungan anda maupun media sosial ?

- Bila anda kaula muda : apa yang terjadi bila anda sudah masuk jeruji besi ? tentu anda akan memalukan orang tua anda sanak saudara anda akan mulai menjauh dari keluarga anda ! belum lagi tekanan psikologi orang tua anda terhadap lingkungan maupun media sosial juga. Tentu masa depan anda akan suram, untuk catatan yang pernah masuk penjara biasanya sangat sulit melamar pekerjaan, dan orang yang anda cintai (Pacar) mungkin saja akan menghindar dan semua tinggal penyesalan bukan ?

Seperti pesan dari Patrick Star - "Segalah yang berkilauan itu belum tentu emas " maksudnya adalah semua yang kita  anggap itu benar belum tentu pasti benar