Mohon tunggu...
Indria Salim
Indria Salim Mohon Tunggu... Freelance Writer

Freelance Writer, Praktisi PR di berbagai organisasi internasional (1990-2011) Twitter: @IndriaSalim IG: @myworkingphotos fb @indriasalim

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Demi Tubuh Ideal, Remaja Mengalami Malnutrisi dan Anemia! Danone SN Meluncurkan Program GESID

21 Desember 2020   03:50 Diperbarui: 21 Desember 2020   19:23 303 58 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Demi Tubuh Ideal, Remaja Mengalami Malnutrisi dan Anemia! Danone SN Meluncurkan Program GESID
Dokpri/ SS Youtube Video Peluncuran GESID (Nutrisi Untuk Bangsa)

Sebenarnya anak-anak Indonesia itu memiliki kemampuan,  daya imajinasi dan kreativitas yang hebat. Inilah potensi generasi penerus bangsa yang harus dikembangkan, agar mereka menjadi inovator masa depan yang tangguh dan sukses bersaing secara global. 

Buku Panduan GESID| Foto: Dokpri
Buku Panduan GESID| Foto: Dokpri
Danone Specialized Nutrition (Danone SN) berkomitmen untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, dan terus melakukan berbagai kegiatan positif dan edukatif bagi anak-anak Indonesia. Ini bentuk kontribusi  inovasi, Danone Indonesia secara aktif mendukung pemerintah menyiapkan Generasi Emas 2045.

Foto Dokpri| SS Youtube Nutrisi Bangsa
Foto Dokpri| SS Youtube Nutrisi Bangsa
Bekerja sama dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Danone SN meluncurkan Program  Generasi Sehat Indonesia (GESID) bagi para remaja usia kelas SMP dan SMA. Peluncuran resmi diadakan secara daring pada tanggal 14 Desember 2020, oleh perwakilan Kementerian Kesehatan, Drg. Kartini Rustandi, M.Kes. (Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat)
Dokpri/ SS Youtube Nutrisi Bangsa
Dokpri/ SS Youtube Nutrisi Bangsa
Arah perbaikan gizi adalah meningkatkan mutu gizi. Ini mencakup soal perilaku sadar gizi, akses gizi, pengetahuan tentang sistem kewaspadaan pangan dan gizi.
Proaktif, preventif, dan pemanfaatan gizi demi perhatian kita terhadap remaja (usia 10-19 tahun). Hal ini disampaikan sebagai pesan utama oleh Drg. Kartini Rustandi, M.Kes.

Remaja putri pada khususnya adalah calon ibu di masa mendatang. Faktanya, tercatat seperempat (satu dari empat) remaja alami stunting, satu dari tujuh remaja alami masalah berat badan.
Sementara itu, 26% keluarga usia 5-14 tahun, dan 32% keluarga usia 5-14 tahun mengidap anemia.

Penyebabnya, pemenuhan gizi yang tidak tercapai dan ini berkaitan dengan gaya hidup yang tidak menunjang kesehatan, hal yang perlu diubah.

Drg. Kartini menyatakan bahwa Kemenkes terus melakukan usaha peningkatan perbaikan gizi, dan ini juga melalui kerjasama dengan sektor pendidikan lain, membagikan tablet suplemen tambah darah, pembekalan pengetahuan tentang sistem reproduksi pada remaja.

Ditengarai bahwa kunci sukses program ini antara lain, integrasi lintas sektor, melalui edukasi.
Ini saatnya melakukan edukasi kepada remaja agar mereka punya kesadaran pentingnya kebiasaan pola hidup sehat.

Dengan demikian diharapkan bahwa remaja sehat dan produktif, ada penurunan kasus infeksi beragam penyakit, dan sebaliknya imunitas remaja meningkat.

Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengatakan persoalan stunting menjadi bagian fokus Danone. Pasalnya, penderita stunting umumnya rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan di bawah normal, hingga mengakibatkan produktivitas yang rendah saat dewasa.

Selain itu, tingginya prevalensi stunting dalam jangka panjang bisa berdampak pada kerugian ekonomi.

Di Indonesia, stunting menjadi salah satu masalah nasional yang perlu penanganan serius. Tercatat sebanyak 30 persen anak dan remaja mengidap anemia. Hal ini menjadi mengkhawatirkan apabila pada tahun 2030 mendatang, ketika Indonesia mendapat bonus demografi, mereka yang berusia produktif justru kekurangan gizi kronis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x