Indria Salim
Indria Salim Penerjemah lepas

Seorang antusias dan pembelajar sederhana. Seorang pengagum dan penikmat keindahan alam serta beragam seni, termasuk seni kehidupan. Twitter: @IndriaSalim

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Aroma Yang Mendukung Stamina Kreativitasku

13 Januari 2018   22:16 Diperbarui: 14 Januari 2018   00:55 274 3 2
Aroma Yang Mendukung Stamina Kreativitasku
Pergi kemana pun, Kayu Putih Aroma Menjagaku Tetap Kreatif |Indria Salim

Di awal-awal aku dulu mencari pekerjaan impian, aku menyebar surat lamaran ke setiap alamat sesuai yang dicantumkan di iklan lowongan pekerjaan di surat kabar harian Kompas. Saat mendapat panggilan aku lupa sendiri, kapan aku melamar ke kantor itu. Teman-teman sealumni menyemangatiku. Kata mereka, "Mendapat panggilan atau jawaban atas surat lamaran kerja itu sudah sesuatu. Kamu beruntung dalam hal ini, karena banyak yang melamar dan tidak mendapatkan jawaban. Boro-boro dipanggil wawancara."

Suatu ketika aku dipanggil di sebuah perusahaan pelayaran ternama. Seharian aku harus menjalani psikotest. Hasilnya diberitahukan saat itu juga, aku tidak lulus! Seorang bapak-bapak yang mungkin adalah penanggung jawab test menjelaskan mengapa aku tidak lulus.
"Hasil test Anda menunjukkan daya kreatif yang sangat lemah. Blah blah blah," katanya dingin. Lanjutnya, "Sulit sekali bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan jika tidak punya daya kreativitas!

Kuingat wajahku mendadak panas, seperti baru kena tempeleng. Antara merasa terhina, ngedown, dan yang lebih parah -- kuserasa habis dikutuk. Kucoba mencari 'kata-kata yang sedikit membesarkan hati' dari Si bapak itu. Jawaban semakin menciutkan semangatku, ibaratnya itu vonis final tentang nasibku di masa depan. Menurutnya kreativitas lemah akan menyulitkanku mendapatkan pekerjaan, dan itu tidak akan bisa diperbaiki.

Melangkah gontai, kutinggalkan kantor itu, namun kepalaku menggemakan suara memvonis Si bapak. Beberapa minggu berikutnya aku masih down dan kehilangan rasa percaya diri. Padahal aku saat itu sudah bekerja sebagai sekretaris direksi merangkap staff pengajar di sebuah lembaga bahasa. Toh pekerjaan yang sudah kujalani waktu itu tidak mampu menepis tuduhan dan label bapak di perusahaan pelayaran itu. Padahal aku bekerja di kantorku saat itu juga karena terpilih berdasarkan prestasi.

Dalam periode itu aku dipanggil test di beberapa kantor lainnya. Herannya, ada yang malah langsung memintaku bekerja keesokan harinya. Intinya, 'vonis' orang kepegawaian di perusahaan pelayaran itu tidak terjadi. Alhamdullilah. Singkat cerita, kini aku menikmati kegiatan sebagai penulis freelance. Menulis, dan pekerjaan mandiri lainnya yang tentu membutuhkan daya kreatif. Mana mungkin aku mampu mengemban tugas di bidang humas kalau aku tidak kreatif, meski mungkin tidak sekreatif orang-orang hebat di luar diriku.

Menulis di Kompasiana itu seperti mengasah keterampilan sambil praktik dengan bekal beragam. Kegiatan blogging pun menurutku dituntut kemampuan kreatif. Kalau tidak, mana bisa orang bertahan di tengah belantara blogger yang punya dasar pengetahuan dan kemampuan dalam banyak hal, dari keterampilan teknis sampai yang disebut sebagai 'soft skill', dari pengetahuan kuliner sampai sinematografi dan videografi. Itu semua juga terkait dengan zaman now yang serba digital dan penuh pesona berteknologi tinggi, teknologi informasi, wawasan marketing, teknik komunikasi dan medsos, banyaklah.

Kreativitas Bisa Dikembangkan, Ditumbuhkan, dan Dipelajari

Satu modal yaitu kreatif. Menurut yang kubaca dari para ahli, kreativitas ternyata bisa dipelajari. Syaratnya, orang tekun, fokus serta konsisten dalam proses pengembangan daya kreatifnya. Betul itu. Lha keluargaku sendiri saja ada yang punya bakat lebih menonjol dari lainnya, namun fakta membuktikan bahwa yang paling berbakat tidak lebih berprestasi daripada yang tampak biasa saja. Penyebabnya ternyata adalah bagaimana proses pengembangan diri seseorang menuju manusia kreatif.

Aku kadang menggambar/ mewarnai untuk merangsang daya cipta |Foto: Indria Salim
Aku kadang menggambar/ mewarnai untuk merangsang daya cipta |Foto: Indria Salim

Cara Menjaga Stamina Kreativitas Versiku


Banyak cara. Belajar mengamati karya orang lain, membuka diri untuk ilmu dan wawasan baru antara lain dengan ikut pelatihan di bidang terkait kegiatan menulis, mencoba hal baru dan mengeksplorasinya -- dalam hal ini aku sebisa mungkin terus belajar, tidak pernah puas hanya dengan keterampilan yang sudah ada, misalnya soal fotografi.

Bagian dari sarana tetap kreatif. Kayu Putih Aromanya ada di dalam tas. |Foto: Indria Salim
Bagian dari sarana tetap kreatif. Kayu Putih Aromanya ada di dalam tas. |Foto: Indria Salim

Menjaga stamina mental agar daya cipta tidak mandeg. Ini perlu agar kita dapat memenuhi tuntutan zaman bila ingin tetap berkarya yang diakui pihak pengguna jasa atau audience kita. Stamina mental tidak akan terbangun jika tanpa stamina fisik, pun hal lain yang mendukung. Kreativitas terkait erat dengan stamina mental, alias kinerja otak. Otak perlu asupan agar berfungsi dengan baik dan optimal. Ilustrasinya, agar mampu menulis dengan baik, kita perlu asupan pengetahuan dan pengembangan daya imajinasi. Itu bisa didapatkan dari banyak membaca, banyak mempelajari situasi sekitar, mengasah kepekaan menangkap sinyal gagasan, dan stimulan yang sifatnya fisik juga.

Sejak dulu aku senang belajar, dari hal yang baru sampai memperdalam hal yang sedikit kuketahui. Memang aku tidak lantas menjadi mahir karena terus belajar. Namun aku menghayati proses pembelajaran dalam banyak hal. Yang berhubungan dengan pekerjaan yang melibatkan kreativitas, aku menempuh perjalanan panjang belajar fotografi dan menulis. Kedua hal ini bagiku saling mengisi dan mendukung. Bila otak macet untuk menulis, aku jalan-jalan ke mana saja dan kadang menemukan obyek foto menarik. Selama memotret ini aku bertemua dengan banyak hal menarik di sekitar lokasi, dan otakku berproses sedemikian rupa, hingga aku mendapatkan ide menulis, sekaligus memanfaatkan hasil jepretanku.

Kegiatan multi fungsi itu traveling sambil motret dan mengisi daya kreatif |Foto: Indria Salim
Kegiatan multi fungsi itu traveling sambil motret dan mengisi daya kreatif |Foto: Indria Salim

Lain waktu, aku perlu menulis suatu topik. Dari situ aku langsung merasa perlu memotret obyek yang mendukung tulisanku. Jadi aku jalan-jalan lagi, atau sekadar ke pasar, lalu membidik obyek-obyek sesuai rancangan menulis.

Dalam beberapa kesempatan, aku mengobrol atau bertukar pikiran dengan orang lain. Kadang aku berbicara dengan orang tertentu, kadang obrolan melibatkan siapa saja yang kutemui secara random. Dari obrolan itu aku mendapatkan ide baru menulis. Kali lain kudapatkan ide memasak buat dipraktikkan di rumah.

Dapat info resep dari teman, praktik, foto, upload, nulis! |Foto: Indria Salim
Dapat info resep dari teman, praktik, foto, upload, nulis! |Foto: Indria Salim

Aku membimbing keponakan-keponakanku yang hobinya membaca, untuk menulis karangan mereka sendiri. Lumayan menampakkan hasil. Dua keponakan kudampingi saat menyiapkan naskah novel mereka yang berhasil diterbitkan pertama kalinya di penerbit nasional yang cukup dikenal. Dari memberikan bimbingan, aku berdiskusi dengan mereka, dan mereka justru yang menjadi inspirasiku juga. Berbicara, berdiskusi, memberi bimbingan kepada teman yang awam dalam suatu hal membuat otakku terus menangkap sinyal ide yang menghasilkan karya, atau tulisan kreatif. Banyak orang yang kutemui tanpa sengaja menginspirasiku, sementara di lain pihak mereka merasa mendapatkan hal informatif dariku. Inilah yang menurutku menjadi cara efektif menjaga dan mengembangkan kreativitas.

Musik mempengaruhi kerja otak dan suasana hati. Menggambar, mewarnai, fotografi, aku juga suka, karena itu menjadi pengalih stres. Selain itu, terbukti kegiatan-kegiatan itu memacu kreativitas, atau juga menjaga agar tetap mengalir lancar.

Aroma pun dapat menciptakan suasana kondusif bagi kreativitas, khususnya untuk orang-orang yang sensitif dalam hal bebauan. Nah ini aku banget. Ada parfum yang kalau tercium bikin aku mual, atau bawaannya pengin marah, atau bikin sentimentil. Sebaliknya ada aroma yang membawa otakku pada suasana kreatif. Ini dia!

Fotografi, Mawar, dan Kayu Putih Aroma Mawar - Klop jadikanku kreatif |Foto: Indria Salim
Fotografi, Mawar, dan Kayu Putih Aroma Mawar - Klop jadikanku kreatif |Foto: Indria Salim

Soal aroma ini, otakku memang unik cara kerjanya. Contohnya, aku suka aroma aroma bunga mawar dibandingkan bunga melati. Aku bersemangat dan penuh ide bila mencium aroma segar Green Tea, Lavender, atau Ekaliptus.

Kecocokan aroma dengan kerja otak dan daya kreativitas itu kudapatkan dari pengalaman, dan informasi yang ditulis para ahli di bidangnya. Maka kucenderung memilih wewangian yang terbukti sesuai dengan penerimaan otakku, terfilter dari indera penciuman.

Aroma Rose dan Lavender, sensasi dan khasiatnya berbeda. Membaca buku sih tetep. |Foto: Indria Salim
Aroma Rose dan Lavender, sensasi dan khasiatnya berbeda. Membaca buku sih tetep. |Foto: Indria Salim

Dulu sebelum zaman now, kuberspekulasi dan mengalami trial and error dalam menjaga kreativitasku. Kini, kutahu apa yang otakku mau. Zaman now mengenalkan aku kepada Kayu Putih Aroma . Kayu Putih Aroma sangat membantu menjaga aku terhindar dari kebuntuan berkarya kreatif. Caranya?

Kayu Putih Aromatherapy (KPA) bekerja melalui indera penciuman kita, dengan cara menghirupnya, atau mengoleskannya pada bagian tubuh yang pas, di pergelangan tangan bagian dalam, di leher belakang, di kening, di pergelangan tangan, di perut, yah mana pas dan membuat nyaman saja.

Ditemani Kayu Putih Aroma, aku percaya diri dan sigap menangkap inspirasi |Indria Salim
Ditemani Kayu Putih Aroma, aku percaya diri dan sigap menangkap inspirasi |Indria Salim

Wewangian Membangkitkan Kreativitas

Varian Kayu Putih Aroma ada 4 macam, yaitu Green Tea, Ekaliptus, Lavender, dan Rose.

Empat Varian KPA dengan sensasi & khasiat yang masing-masing beda| IG Temanhati_id
Empat Varian KPA dengan sensasi & khasiat yang masing-masing beda| IG Temanhati_id

Kayu Putih Aroma Green tea aromanya segar dan memberi sensasi aktif. Itu alasanku memakainya setiap pagi sebelum berkegiatan. Dengan mkhasiat memberi rasa rileks dan hangat, Aroma Green Tea membantuku memacu kreatifitas menulis dan berkarya.

Kayu Putih Aroma bunga Rose yang harum, sangat cocok untuk membangkitkan mood yang menurun.

Kadangkala sebenarnya  aku tidak benar-benar macet ide, namun tetap saja kuperlu semacam stimulan. Maka Kayu Putih Aromaadalah cara sehat untuk mendapatkan sensasi rileks, dan ini kondusif untuk melakukan hal yan g butuh ide kreatifku. Kali lain aku merasa gugup karena pekerjaanku tenggat waktunya sudah mepet sementara banyak yang belum kuselesaikan. Pekerjaan apa lagi kalau bukan menulis. Pengalamanku, menghirup lembut wangi Kayu Putih Aroma dapat mengurangi stres. Efeknya aku bisa fokus menulis dan menyusun ide yang cepat sekali datang silih berganti. 

Kayu Putih Aroma Lavender mengatasi imsonia. Maklum kalau aku lagi dikejar tenggat, aku bekerja sampai lupa waktu, dan akibatnya malah sesudahnya jadi sulit tidur. Untung ada KPA Lavender ini. Oleskan lembut di kening kiri dan kanan, matikan lampu kamar, sribit-sribit Si Lavender meninabobokan aku. Aku sendiri juga punya tanaman Lavender di pot. Itu karena aku suka wangi lembutnya.

Kayu Putih Aroma Ekaliptus secara alami menjadi penyembuh badan yang kurang fit (Jw." Nggreges).

Kayu Putih Aroma Mendukung Kebutuhan Tetap Kreatif.

Pengalaman pribadi sih, keempat jenis Kayu Putih Aroma itu masing-masing sensasi dan khasiatnya berbeda dan khusus. Tinggal pilih salah satunya sesuai mood saat itu. Keempat varian Kayu Putih Aroma ini tersedia dalam kemasan 15 ml, 30 ml, 60 ml dan 120 ml. Khusus Kayu Putih Aromaterapi Ekaliptus, ada juga ukuran yang lebih besar yaitu 210 ml.

Semua varian dalam berbagai ukuran, itu tergantung keperluannya |Foto: Indria Salim
Semua varian dalam berbagai ukuran, itu tergantung keperluannya |Foto: Indria Salim

Untuk alasan praktis, aku menyediakan beberapa kemasan berbeda. Kemasan agak besar kutaruh di rumah. Kemasan lebih kecil kubawa bila bepergian, dalam setiap kesempatan. Selain untuk diri sendiri, selalu membawa Kayu Putih Aroma juga berguna buat menolong orang lain yang memerlukannya. Biasanya saat kukeluarkan botol berwarna serba imut KPA ini, orang-orang jadi kepo. Kemasannya dan tutupnya imut -- ungu, hijau segar, pink, dan hijau solid, apalagi aromanya kekinian banget! Aku jadi percaya diri dan gaya berkat KPA yang bikin aku Emak-emak yang beda.

Kayu Putih Aroma tidak hanya cocok buat orang muda produktif, namun juga buat pra-remaja, anak-anak, juga orang yang lebih dewasa dan setua aku *widih*:: @IndriaSalim ::

IG: @myworkingphotos

Twitter: @IndriaSalim