Mohon tunggu...
H.I.M
H.I.M Mohon Tunggu... Administrasi - Loveable

Hanya orang biasa yang memiliki 1 hati untuk merasakan ketulusan, 1 otak untuk berpikir bijak dan 1 niat ingin bermanfaat bagi orang lain | Headliners 2021 | Best in Specific Interest 2021 Nominee

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Menanggapi Isu Skenario PPKM Darurat 6 Minggu, Apa yang Harus Saya Perbuat?

13 Juli 2021   22:53 Diperbarui: 16 Juli 2021   17:52 813
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Banyak tempat usaha yang terpaksa tutup di masa PPKM Darurat. Foto: Elvert Barnes/flickr.com

Linimasi twitter tengah hangat memperbicangkan isu skenario PPKM 6 minggu yang bisa saja dilakukan oleh pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid19 di tanah air khususnya Jawa-Bali. Topik 6 minggu menjadi populer dibahas oleh warga twitter pada 13 Juli 2021.

Menguntip dari artikel Harian Kompas tanggal 13 Juli 2021, skenario perpanjangan PPKM selama 6 minggu muncul dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Menurut Sri Mulyani, 

"PPKM Darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan" (Sumber klik disini) 

Tren Topik Twitter Terkait Skenario PPKM 6 Minggu. Screenshot Pribadi dari linimasa Twitter
Tren Topik Twitter Terkait Skenario PPKM 6 Minggu. Screenshot Pribadi dari linimasa Twitter

Wajar akhirnya muncul kegaduhan di masyarakat khususnya sosial media terkait pro dan kontra isu skenario tersebut. 

Bisa jadi bagi Pro, ini adalah langkah tepat untuk memutus mata rantai atau setidaknya menekan penyebaran virus Covid19 di tanah air. Ini mengingat kasus penyebaran Covid19 di Jakarta bahkan menjadi tertinggi di dunia dalam beberapa hari belakangan ini. 

Bagi kontra, skenario ini bisa semakin menyulitkan masyarakat khususnya dari sisi ekonomi. Banyak pelaku usaha yang harus menutup usahanya selama PPKM dan artinya banyak karyawan yang ikhlas tidak bekerja terlebih dahulu. 

Di tengah situasi seperti ini, tidak memiliki penghasilan akan menambah masalah hidup yang kian susah. Ada banyak orang disekitar saya yang harus menjual satu persatu barang hanya untuk bertahan hidup. 

Sebagai warga negara tentu kita berusaha mematuhi aturan yang dibuat oleh pemerintah. Namun disisi lain kita perlu memeras otak agar bisa bertahan di tengah sulitnya kondisi ini. 

Saya mencoba menempatkan diri sebagai warga sipil yang mematuhi aturan jika skenario benar terjadi namun juga bisa "survive" selama PPKM berlangsung. 

Mungkin beberapa hal ini bisa jadi masukan atau setidaknya pertimbangan untuk dilakukan menyikapi isu skenario PPKM 6 minggu. Apa saja itu? 

1. Kerja Sampingan Berbasis Online

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun