Mohon tunggu...
H.I.M
H.I.M Mohon Tunggu... Administrasi - Loveable

Hanya orang biasa yang memiliki 1 hati untuk merasakan ketulusan, 1 otak untuk berpikir bijak dan 1 niat ingin bermanfaat bagi orang lain | Headliners 2021 | Best in Specific Interest 2021 Nominee

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Tahun Ajaran Baru Masih Kelas Online, Orangtua Siswa Kian Stres

27 Juli 2020   10:46 Diperbarui: 27 Juli 2020   11:35 252
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Orang Tua Stres Diganggu Oleh Anak Selagi Bekerja. Sumber Kumparan.com

Tetangga saya berkeluh kesah lebih baik anaknya belajar di sekolah. Setidaknya dirinya bisa beristirahat tenang di rumah. Ketika anak SFH, waktu beristirahat mereka berkurang karena terganggu karena kelakuan anak. Ketika hendak tidur siang setelah selesai membersihkan rumah dan mencuci pakaian tiba-tiba anak memecahkan gelas. Kondisi inilah yang membuat orang tua juga bisa stres jika anak terlalu banyak beraktivitas di rumah.

Orang tua yang juga harus bekerja menerapkan Work From Home (WFH) juga tidak luput dari rasa stres karena kelakuan anak. Bayangkan ketika ayah sibuk membuat presentasi atau tugas kantor tiba-tiba anak menangis minta digendong oleh ayah. 

Ketika orang tua tengah meeting online dengan kantor ataupun klien tiba-tiba anak berantem disampingnya. Tentu konsentrasi bekerja akan buyar karena kelakuan si anak.

Kemalasan Anak

Adanya SFH, orang tua berharap anaknya dapat membantu aktivitas orang tua di rumah. Setidaknya selepas bangun pagi, anak membantu ibu menyiapkan makanan di rumah, membersihkan peralatan yang kotor, memberi makan peliharaan atau sekedar menyiram tanaman di kebun. Namun kenyataan mereka mendapat anak justru bermalas-malasan di rumah.

Anak bangun jam 10 siang, kemudian sarapan dan dilanjutkan menonton TV, bermain game atau sekedar beraktivitas dengan gadget masing-masing hingga larut malam. Sedikit pun tidak tergerak untuk meringankan beban orang tua di rumah. Kondisi ini membuat orang tua merasa anak terlalu malas selama SFH. Bahkan tidak sedikit orang tua lebih mudah terpancing emosi selama anak SFH dibandingkan saat anak masih belajar di sekolah.

Tidak heran selama SFH anak justru bertambah gemuk karena aktivitasnya makan, tidur, maka, main game online dan diselingi makan cemilan. Bayangkan aktivitas ini rutin dilakukan sejak sekolah menerapkan SFH. Justru aktivitas ini tidak hanya membuat pusing orang tua tapi juga tidak sehat bagi tubuh si anak karena minim aktivitas yang menguras keringat.

Biaya Bulanan Membengkak

Aktivitas anak yang hobi menonton tv, tidur di rumah dengan AC menyala, makan cemilan, bermain playstation, hingga seringnya gadget di charge membuat biaya bulanan ikut membengkak. Kita tahu bahwa sejak masa pandemi, tagihan listrik terasa membengkak. Salah satu penyebabnya karena penggunaan listrik meningkat drastis selama pandemi.

Tidak hanya itu orang tua juga dipusingkan dengan biaya uang jajan anak yang tetap keluar ditambah tagihan pulsa serta internet anak semakin membengkak. Orang tua mengharapkan adanya penghematan dalam keluarga selama pandemi justru mengeluarkan pengeluaran yang tidak terduga dengan nominal besar.

Kesabaran orang tua juga teruji ketika anak dirasa kurang peka terhadap kondisi ekonomi keluarga. Karakter anak seperti ini yang menjadi beban bagi orang tua. Ketika orang tua kena PHK dan tabungan kian menipis untuk kebutuhan sehari-hari, si anak tanpa rasa bersalah menuntut banyak hal seperti uang saku selama di rumah, beli pakaian, belanja online, menyetok makanan kecil untuk cemilan, hingga meminta uang bensin untuk keluyuran diluar rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun