Mohon tunggu...
Indra Kurniawan
Indra Kurniawan Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

Mari Menulis

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

PMM Kelompok 102 Gelombang 15 Mengunjungi Industri Rumahan Gula Merah sekaligus Mengajak Ibu-Ibu RT 09 Membuat Jamu Gula Merah

26 Oktober 2021   09:31 Diperbarui: 27 Oktober 2021   13:42 73 4 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
foto bersama pemilik industri rumahan gula merah/dokpri

Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki berbagai macam potensi lokal serta ciri khasnya masing-masing dimana potensi lokal itu dapat sangat dimanfaatkan bagi masyarakat daerah tersebut, contohnya seperti suatu daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakanya dalam bidang ekonomi dan perindustrian. 

Oleh karena itu mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) yang beranggotakan Lisa Febrianti dan Indra Kurniawan melakukan kegiatan yang berelokasi di Desa Sungai Rengas Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat ingin mengetahui potensi lokal dalam bidang produksi bahan makanan  yang ada di Desa tersebut. 

Setelah melakukan survei kedua mahasiswa tersebut mengetahui bahwa Desa tersebut memiliki banyak sekali industri rumahan pembuatan gula merah tradisonal, itu disebabkan karena Desa tersebut memiliki banyak perkebunan yang ditanami dengan pohon kelapa. Gula merah memang menjadi salah satu produk lokal yang ada di Desa tersebut sekaligus termasuk sektor perekonomian yang dijalankan oleh masyarakatnya.

Kegiatan pengabdian ini bermaksud untuk mengetahui serta mempelajari pembuatan gula merah khas Desa Sungai Rengas sekaligus upaya dalam membantu mempromosikan atau menyebarluaskan bahwa Desa ini adalah salah satu tempat pembuatan industri rumahan gula merah yang patut untuk diperhitungkan. 

Pada kegiatan ini kami mengunjungi salah satu industri rumahan gula merah yang ada di Desa tersebut, di industri rumahan itu terdapat sepasang suami istri yang saling bersama dalam mengelola dan membuat gula merah bertahun-tahun lamanya, mereka membuat gula merah tersebut karena mengetahui potensi yang ada pada desanya sehingga memutuskan untuk mendirikan industri rumahan sederhana untuk pembuatan gula merah yang setelah jadi akan di ekspor ke kota Pontianak. 

Mereka mengatakan dalam sehari dapat memproduksi gula merah yang sudah jadi dan di cetak sebanyak 200 cup yang pembuatannya dikerjakan dari pagi hingga menjelang sore hari. 

Gula merah memang sudah menjadi salah satu penambah cita rasa sebuah masakan agar menjadi lebih lezat, oleh karena itu gula merah sangat dicari oleh siapapun guna dijadikan penambah rasa dalam setiap masakan. 

Saat berada di industri rumahan tersebut kami banyak mempelajari tentang bagaimana cara proses pembuatan gula merah dari awal hingga akhir pencetakannya. 

Gula merah terbuat dari air Nira yang ada di pohon kelapa dan itulah bahan utama dalam pembuatan gula merah yang selama ini kita kenal sebaga penambah rasa makanan tersebut, air nira yang telah didapat selanjutnya akan direbus dalam sebuah wajan yang besar sekaligus terus diaduk dengan merata sampai air nira tersebut mendidih dan berubah manjadi seperti karamel dan berwarna coklat terang.

foto saat memasukan air nira untuk direbus/dokpri
foto saat memasukan air nira untuk direbus/dokpri
setelah direbus hingga mendidih adnonan gula merah tersebut akan di angkat dan di aduk kembali sampai gula merah tersebut kental dan siap untuk dicetak dalam wadah cup yang berbetuk seperti kemasan air mineral ukuran kec

Kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ini juga salah satunya bertujuan untuk mengedukasi tentang banyaknya manfaat yang terkandung dalam gula merah, oleh karena itu mahasiswa UMM ini melakukan kegiatan berupa pembuatan minuman tradisonal berupa jamu gula merah bersama dengan para Ibu-Ibu RT 09 Desa Sungai rengas dengan mengguanakan bahan yang mudah untuk didapatkan yaitu berupa gula merah, kunyit, dan asam jawa atau asam kandis. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan