Mohon tunggu...
Indra Setiawan
Indra Setiawan Mohon Tunggu... Jurnalis Muda

Penulis adalah Mahasiswa Kehutanan di Universitas Tadulako (Untad).

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Konsepsi Hutan dan Penyandingnya

29 Juni 2020   04:51 Diperbarui: 7 Juli 2020   17:57 27 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Konsepsi Hutan dan Penyandingnya
img20200530164101-5f0453edd541df7379635a12.jpg


Pembicaraan tentang Hutan selalu hanya berputar pada 4 persoalan pokok yaitu : Rusak, Lestari, Masyarakat dan Keadilan. Penanganan permasalahan-permasalahan ini telah melahirkan 1 Kementrian dengan 5 Dirjen, 7 UPT yang tersebar di seluruh Provinsi, Dinas menangani Kehutanan di seluruh Kabupaten, RPH diseluruh pelosok Hutan dan puluhan ribu Pegawai Kehutanan sampai di puncak gunung sekalipun.

Selesaikah ? Ternyata belum dan masih sangat jauh dari kata "Sudah". Jika dicari titik temu dari 4 permasalahan pokok di atas, dapat disimpulkan bahwa "Pengelolaan Hutan yang tidak berKEADILAN utamanya untuk MASYARAKAT penyanding Hutan, telah menimbulkan keRUSAKan Hutan yang mengancam keLESTARIan Hutan.

Ancaman keLESTARIan Hutan telah mengancam sistem kehidupan MASYARAKAT utamanya MASYARAKAT hilir".

Dimanakah Posisi Masyarakat Penyanding Hutan ?

Mungkin kita harus lebih jeli mengartikan peran serta masyarakat penyanding Hutan dalam pelestarian Hutan. Kelompok masyarakat hulu dapat dikelompokkan ke dalam 2 golongan utama masyarakat yang memiliki jasa dan akibat terhadap Hutan yaitu :

MASYARAKAT YANG MEMBANTU UPAYA PELESTARIAN SUMBER DAYA HUTAN.

Kelompok masyarakat ini dapat dikategorikan sebagai Pahlawan, terserahlah dalam kelompok Pahlawan yang bagaimana mereka dimasukkan. Tapi peran yang mereka ambil ini, telah memberikan manfaat yang besar atas jasa kebaikan Hutan kepada masyarakat lainnya.

Pemerintah sebagai pengawal pelaksanaan Undang-Undang yang menginginkan kebaikan tetap tegak di Hutan, dapat menjadikan mereka sebagai mitra kerja, tidak hanya sebagai subjek apalagi objek dari program pemerintah.

Peran yang mereka ambil pada hakekatnya sama dengan Tupoksi yang diemban oleh PNS Pemerintahan, hanya seragam yang membedakan.

Berikanlah penghargaan atas jerih payah mereka sebagaimana gaji yang diberikan kepada PNS.

Menjadikan mereka sebagai kader-kader, memberikan penghargaan, memberangkatkan ke Jakarta mengikuti Upacara Bendera 17 Agustus di Istana Negara, akan memantapkan posisi mereka sebagai bagian dari Republik ini yang berjiwa Pahlawan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN