Mohon tunggu...
indra athalla yustiawan
indra athalla yustiawan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Alhamdulilah sehat

bismillah semoga bisa jadi jurnalis aselole

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kurangnya Efisiensi Pembelajaran dalam Jaringan Dibandingkan dengan Luar Jaringan

26 September 2021   00:56 Diperbarui: 26 September 2021   00:59 37 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kurangnya Efisiensi Pembelajaran dalam Jaringan Dibandingkan dengan Luar Jaringan
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Pada tahun 2020, dunia digemparkan dengan penemuan virus yang dinamakan SARS-CoV-2  atau jika disingkat bernama COVID - 19, banyak sektor sektor yang terpaksa tutup atau menjadi di jaringan-kan, terutama di bidang pendidikan, mengapa demikian? karena sekolah yang bermula offline terpaksa harus melakukan aktivitasnya dalam jaringan atau online, sarana yang digunakan yaitu dengan menggunakan aplikasi video confrence, seperti zoom atau google meet.

Apa itu Zoom ? atau Google Meet?

Zoom merupakan aplikasi freemium yang dibuat untuk melaksanakan pertemuan secara online, namun, tidak banyak masyarakat yang belum tahu tentang aplikasi ini terutama google meet karena sebelumnya google meet merupakan aplikasi yang bernama hangouts yaitu aplikasi chat seperti whatsapp atau line, masyarakat mulai mengenalnya ketika indonesia mulai menerapkan sistem daring, seperti pembelajaran, perbisnisan, perdagangan dan pemerintahpun mayoritasnya harus online.

Bagaimana penggunaanya? apakah mudah?

Sebenarnya, aplikasi ini memang user friendly, pengguna hanya cukup mendaftarkan akun melalui aplikasi yang terkait dan lalu pengguna cukup mengirimkan tautan undanganya, yang menjadi masalah ialah hanya saja masyarakat indonesia yang kebanyakanya masih belum bisa mengikuti jalanya teknologi, bahkan tidak banyak orang orang indonesia yang masih susah mendapatkan sinyal internet atau mungkin tidak memiliki gadget sama sekali atau bahkan lagi tertinggal dari bidang teknologi.

Bagaimana dalam bidang pendidikan?

untuk menyebutnya lancar, mungkin saya tidak bisa berbicara seperti itu, mengapa demikian? karena saya menyaksikan salah satu kejadian yang terjadi pada saat saya melaksanakan KKN dan harus mengunjungi sekolah sekolah untuk dibantu, bagaimana hasilnya? 

Hasilnya cukup beragam, hanya ada beberapa orang yang mengerti cara menggunakanya, kebanyakan dari mereka memiliki kendala bahwa mereka tidak dapat menggunakan aplikasi tersebut, ini disebabkan bahwa siswa tidak memiliki devicenya sendiri sehingga mereka menggunakan milik orang tuanya, yang saya sebut tidak bisa yaitu kebanyakan penggunanya tidak mengerti cara menggunakan gadget, karena untuk kalangan tua mayoritas pengguna gadget disini hanya untuk digunakan sebagai alat komunikasi seperti whatsapp.

Apakah ada caranya untuk meningkatkan literasi digital di bidang ini?

Tentu bisa, bagaimana caranya? yaitu dengan mengadakan setidaknya pelaksanaan blended mengenai teknologi, ini bukan ditujukan hanya untuk yang berada di pendidikan, namun semua kalangan dapat melaksanakan itu, yang saya maksud yaitu dengan mengadakan video mengenai cara menggunakan aplikasi yang mungkin crucial kedepanya, seperti apa? 

Misalnya seperti cara menggunakan M-Banking untuk mempermudah pengusaha daerah untuk melaksanakan transaksi, ini sangat berfungsi untuk mengefesiensikan waktu, lalu mengadakan video untuk menggunakan zoom atau google meet sebagai cara video confrence atau pertemuan secara daring.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan