Mohon tunggu...
Indra Andrianto
Indra Andrianto Mohon Tunggu... Guru - #MerawatIngat

Penulis Buku Kumpulan Opini #MerawatIngat

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Love Sembilan Belas Detik: Bodo Amat!

21 November 2020   22:10 Diperbarui: 6 Juli 2023   21:26 184
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Untuk pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang baik" - Tagline: The Subtle Art of Not Giving A F-ck

Nitizen dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi sembilan belas detik yang masih menjadi rasa penasaran di kalangan publik.  Sebab,  dalam video syur tersebut diperankan oleh peremluan yang diduga memiliki kemiripan dengan publik figur bernama Gisella Anastasia (mantan istri mas Gading) dan lelaki yang menjadi pasangan dalam video XXX tersebut masih menjadi misteri di mata khalayak umum.

Video mengenai hal ini sangat ramai diberitakan dan diperbincangkan di media hingga mampu menggeser Headline news tentang pro-kontra Omnibus Law, aksi serentak mahasiswa, dan bahkan wabah Covid-19 yang masih belum berakhir menjelang akhir tahun ini.

Tidak hanya kalangan rakyat biasa yang menyoroti skandal video mesum yang diduga mirip dengan mbak Gisella, mulai dari praktisi supranatural hingga pengacara kondang yang top pun juga turut menanggapi video yang berdurasi sembilan belas detik dengan berbagai macam persepsi dan juga analisa untuk mengomentarinya.

Menarik sebenarnya mengenai video tersebut,  bukan karena adegannya yang syur namun tentang masyarakat yang gampang sekali mengalihkan fokusnya pada hal yang sebenarnya tidak memiliki esensi yang jelas namun paling sangat diminati perkembangan kasusnya. 

Dalam benak ini bertanya, apa urgensi topik tersebut terhadap masyarakat luas? Tentu penulis rasa, berkaitan dengan moralitas, jika memang terbukti dalam video tersebut seperti yang diduga maka bisa terjerat UU pornografi dengan dasar kelalaian menyimpan video tersebut dan bisa berujung di bui.  

Namun, terlalu berlebihan jika semua orang beramai-ramai ikut menilai,  mengira-ngira,  dan mengomentari berujung fitnah terkait video tersebut. Penulis jadi ingat sosok Socrates dalam peristiwa ini, Filosof Athena itu pernah mengatakan, jika suatu permasalahan mendapat banyak respon dari orang yang bukan ahlinya, maka akan terjadi suatu kesesatan berpikir dan keliaran persepsi, yang dimaksud disini akan melahirkan suatu stigma negatif pada orang bersangkutan yang belum tentu kebenarannya dan tentunya hanya akan menimbulkan kegaduhan yang berlarut-larut tiada henti. 

Terkait kasus tersebut cukup kita sebagai nitijen diserahkan pada pihak berwajib beserta timnya yang bisa menyelesaikan kasus tersebut karena memang secara tupoksi merekalah yang membidangi kasus itu. Ketika semua orang berpersepsi secara membabi buta bahkan anehnya sampai ada pemberitaan medka terkait mengungkap kebenaran melalui ramal meramal baik melalui interaksi gaib ataupun penerawangan,  penulis rasa sangat tidak perlu. Kecuali memang masalah ini urgensi bagi nasional dan menjadi penentu nasib bagi banyak orang. 

Mark Manson "Semua akan baik-baik saja dengan bersikap bodo amat"

Pembaca pasti pernah membaca buku karya Mark Manson tentang The Subtle Art of Not Giving A F-ck atau buku terjemahannya yang berjudul "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" secara subjektifvitas penulis tentu buku itu cukup memberikan suatu makna dan hikmah bagi setiap orang yang membacanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun