Mohon tunggu...
Indra Rahadian
Indra Rahadian Mohon Tunggu... Administrasi - Pegawai Swasta

Pemerhati sosial dari sudut pandang kedai kopi/penikmat sastra/penonton huru hara politik

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Di Langit Bulan Juli

30 Juli 2021   10:59 Diperbarui: 30 Juli 2021   13:24 305 58 10
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi: Di Langit Bulan Juli
Ilustrasi seseorang menikmati minuman hangat (Gambar: CDD20 Via Pixabay)

Malam itu sungguh manis, saat kita melarutkan tawa pada secangkir kemesraan
Melukis segaris senyum pada awan kelabu di langit bulan Juli
Membuka hati tanpa kata kunci, dan memaknai segenap perbedaan sebagai keniscayaan
Memantulkan tatapan pada binar matamu dan waktu terhenti

"Kaubilang, mataku jelalatan."

Boleh kucantumkan namamu, di atas barisan kata hampa tanpa makna?
Semacam versi menyenangkan dari rayuan gombal yang membosankan
Menertawakan daun jatuh, sembari merenda kata-kata mutiara
Hingga lupa pada pedih perih atau rentetan kekecewaan

"Kaubilang, gerimis berganti hujan."

Batas antara kita hanyalah waktu dan ruang kosong
Tanda sela pada jeda dalam lembaran buku berdebu
Sekedar kilatan cahaya di ujung lorong
Dipertemukan gerimis, terpisahkan angin lalu

"Namun sebutir embun di pucuk daun yang jatuh, bukankah dapat kita temui di dalam gelas?"

Indra Rahadian
Batam, 30 Juli 2021

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan