Mohon tunggu...
Indra Rahadian
Indra Rahadian Mohon Tunggu... Administrasi - Pegawai Swasta

Best In Fiction Kompasiana Award 2021/Penikmat sastra dan kopi

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Tidak Selalu Negatif, Inilah 3 Manfaat Overthinking bagi Karyawan

21 Maret 2021   17:00 Diperbarui: 22 Maret 2021   11:26 1294
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi 3 Manfaat Overthinking Bagi Karyawan / Foto: FunkyFocus via Pixabay.

ILMUWAN jenius, Albert Einstein pernah berkata, "saya tidak pernah menemukan penemuan saya melalui proses berpikir rasional." 

Tentu saja, kalimat tersebut terlontar berdasarkan kenyataan di masa lalu. Namun, masih relevan di masa kini. 

Kadangkala, proses berpikir panjang dan rumit dibutuhkan untuk mencari solusi terbaik dan sederhana. Dan kita, hanya perlu memilih cara yang sesuai.

Memikirkan sesuatu secara berlebihan, zaman sekarang disebut overthinking. Benarkah selalu berakibat buruk? 

Tentu, ada benarnya. Apapun yang dilakukan secara berlebihan, dapat berakibat buruk. Makan dan minum, secara berlebihan akan menimbulkan efek negatif. 

Namun, apakah itu berlaku untuk berpikir?

Sedikit cerita mengenai overthinking akibat trauma masa kecil. Adalah David Warren, penemu black box (padahal warnanya oranye). Mungkin secara tak sadar, membawa trauma masa kecil ke dalam pekerjaan saat dewasa. Kala dihadapkan pada penyelidikan kasus kecelakaan pesawat, yang beliau tangani di tahun 1953.

Kecelakaan serupa, merenggut nyawa sang ayah pada tahun 1934. Beliau, berpikir keras untuk memudahkan analisis penyebab kecelakaan pesawat di masa depan. Maka, terciptalah black box. Perekam data penebangan dan suara di kokpit yang dapat berfungsi, meski pesawat mengalami kerusakan fatal. 

Hal-hal mudah dan sederhana di masa kini, adalah hasil dari pemikiran rumit yang disederhanakan di masa lalu. Bukti, bahwa overthinking tak selalu berakibat negatif.

Mari kita telaah, tak perlu berpikir terlalu rasional untuk sesuatu yang rumit dan tidak mampu diletakan pada frasa "masa bodoh." Namun, pikirkan cara yang menyenangkan untuk melewatinya.

Berbahagialah jika kamu termasuk orang yang overthinking. Memacu kinerja otak, untuk mencari solusi terbaik. Hanya perlu menambahkan satu hal. Yaitu, "nothing to lose." (Aduh, bisa dijewer "polisi bahasa" Khrisna Pabichara bila terlalu kemingris)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun