Mohon tunggu...
Indra Rahadian
Indra Rahadian Mohon Tunggu... Pegawai Swasta

Pemerhati sosial dari sudut pandang kedai kopi/penikmat sastra/penonton huru hara politik / IG : dian_albatami

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dua Tiga Puluh Dini Hari

1 Maret 2021   00:10 Diperbarui: 1 Maret 2021   00:17 391 108 15 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dua Tiga Puluh Dini Hari
Ilustrasi Puisi /Foto: Kusenru Via Pixabay

Terjaga, pada dua tiga puluh dini hari
Hilang cahaya api dan dihantui rasa sepi
Maukah kau menepi pada jiwaku yang kosong?
Maukah kau menari dalam angan yang merantai?

Terpejam dan terdiam tanpa ada mimpi-mimpi
Terjerat pekat malam, dicumbui pertanyaan
Akankah hari-hari melarutkan penyesalan?
Akankah kata-kata mengembalikan senyuman?

Aku tak dapat melihat, warna merah pada angka
Aku kehilangan esok, kemarin dan lusa
Aku tak dapat merapalkan nama-nama Dan aku, terikat erat pada jerat ruminasi

Membakar catatan-catatan yang kutuliskan ratapan
Pada nafas yang tertahan, kucabik kebenaran
Akankah keinginan selaraskan harapan?
Akankah kerinduan dapat memberikan jalan?

Aku terjaga, pada dua tiga puluh dini hari
Menjaga kewarasan dalam do'a tak bertepi
Aku terjaga..

Indra Rahadian
Barelang Bridge/ 28 Februari 2021


VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x