Mohon tunggu...
Indra Rahadian
Indra Rahadian Mohon Tunggu... Administrasi - Pegawai Swasta

Best In Fiction Kompasiana Award 2021/Penikmat sastra dan kopi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kisah Kriminal | Balada Pelontar Hoaks

16 Februari 2021   11:30 Diperbarui: 16 Februari 2021   11:31 626
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Kisah Kriminal | Balada Pelontar Hoaks (Foto: jstarj via Pixabay)

Pelayan wanita tersenyum melihat coretan itu, meskipun lebih senang akan uang tip yang ditinggalkan. Pelanggan iseng bukan hanya Doni.

"Terminal 2, Pak."

Doni bergegas menuju bandara. Liburan ke Pulau Bintan sudah lama ia nantikan. Private resort dibutuhkan untuk sejenak bersantai. Lepas dari jangkauan polisi siber yang hampir saja mendeteksi aktivitasnya.

Beruntung, ia telah lama menghentikan aktivitas membobol rekening dan meretas media sosial selebriti untuk aksi pemerasan. Meskipun, kadang ia melakukan skimming untuk keperluan sehari-hari. 

Tiba di bandara, Doni mematikan dua buah gadget dan mencabut baterai laptop. Di toilet bandara, ia membongkar laptop dan mencopot hardisk. Lalu membuangnya pada tong sampah. "Bodohnya, aku. Kenapa lupa kubakar benda ini di hotel semalam!"

Ia kemudian chek in dan masuk ke ruang tunggu bandara. Mencari cafe dengan fasilitas smoking room dan memesan capuccino. 

Meja panjang menghadap halaman lapangan terbang, Doni membakar cerutu sumatera dan menikmati suasana.

"Wuih, cerutu. Boleh di adu rasanya sama kretek saya."

Lelaki dengan dandanan jamet mengajak bercengkrama. Ia meletakkan kretek di atas meja, dan memesan kopi luwak. 

Doni hanya tersenyum kecil, ia masih asyik menikmati suasana. Sekilas memperhatikan tingkah Jack. Lelaki nyentrik, yang duduk di sampingnya. Mengingatkan pada teman satu profesi, tertangkap lima tahun lalu, setelah mengunggah konten hoaks secara amatir. 

"Tujuan kemana, Mas?" tanya Jack.

"Batam," jawab Doni, singkat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun