Mohon tunggu...
Indra Rahadian
Indra Rahadian Mohon Tunggu... Administrasi - Pegawai Swasta

Best In Fiction Kompasiana Award 2021/Penikmat sastra dan kopi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Purnama di Hati Helena

2 Februari 2021   11:30 Diperbarui: 2 Februari 2021   11:43 694
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Purnama di Hati Helena /Foto: Janrye via Pixabay

TIGA hari sudah, Helena tidak dapat tidur lelap. Sepulang mendaki Gunung Pangrango, pegal-pegal pada betis dan pundaknya masih terasa.  

Ia meringis menahan sakit, saat mencoba berdiri. Namun, sesekali tersenyum sendiri. Mengingat kisah manis bersama Chandra, di Mandalawangi. 

"Aku harus terbiasa naik gunung!" gumamnya.

Cerita sebelumnya klik di sini

"Helena, ada Chandra mau bertemu," panggil Ibu Monika dari balik pintu.

"Minta tunggu diluar, Bu Monika. Aku belum mandi," jawab Helena.

Ibu Monika membuka pintu dan berkata, "ehmm, mana mungkin kuminta masuk kamar."

Helena tersenyum lebar, ia masih duduk di atas ranjang dengan selimut yang masih membelit tubuhnya. 

"Malah nyengir, ayo lekas mandi," ucap Bu Monika.

Chandra semakin rajin menemani anak-anak panti. Bahkan, ia sudah punya jadwal rutin mendongeng dan belajar bersama. 

Helena dan tawa riang anak-anak panti, membuatnya betah berlama-lama. Dan rela, menyisihkan waktu seminggu dua kali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun