Mohon tunggu...
Galih Prasetyo
Galih Prasetyo Mohon Tunggu... Pembaca dan penulis

priaibra.com | bomber.id | ayah pria ibra

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Sepak Bola Kuba dan Indonesia: Berangkat dari Perlawanan, Tampil di Piala Dunia dan Timbul Tenggelam

30 September 2020   20:10 Diperbarui: 2 Oktober 2020   09:47 474 12 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sepak Bola Kuba dan Indonesia: Berangkat dari Perlawanan, Tampil di Piala Dunia dan Timbul Tenggelam
Sepak bola di Kuba | ALEJANDRO ERNESTO/EFE/ZUMA PRESS

Kuba negeri kecil yang membuat pusing si Paman Sam. Negara yang hanya memiliki luas 109.884 km tersebut menjadi salah satu musuh Amerika Serikat sejak tumbangnya Jenderal Fulgencio Batista. Kuba tak asing di Indonesia, Presiden Soekarno dikenal memiliki hubungan dekat dengan Fidel Castro dan tokoh revolusi Kuba lainnya, Che Guevara.

Menurut sejarahnya, Kuba dikunjungi pertama kali oleh bangsa Eropa pada 28 Oktober 1492. Ialah Christopher Columbus yang pertama mendarat di ujung timur Kuba tepatnya di kota Cazigazgo. Informasi mengenai daerah baru oleh Columbus ini membuat bangsa Spanyol menjelajahi samudera untuk bisa menginjakkan kaki di tempat tersebut.

Invasi bangsa Spanyol pertama kali datang ke Kuba dipimpin oleh Diego Velzquez de Cullar pada 1511. Mereka langsung mengobarkan perlawanan terhadap bangsa pribumi dan Cuellar menetapkan diri sebagai gubernur Kuba, perwakilan dari kerajaan Spanyol.

Kedatangan bangsa kolonial ini tentu saja membuat marah para suku Indian sebagai penduduk asli Kuba. Salah satu tokoh perlawanan bangsa Kuba yang cukup dikenal ialah Hatuey. Ia berasal dari suku Taino dan menjabat sebagai cacique atau kepala suku.

Catatan dari Diego Velazquez pada 1511 menyebutkan bahwa saat bangsa Spanyol datang ke Kuba dan mulai mencuri emas serta membawa suku Taino untuk dijadikan budak, Hatuey yang mengangkat tombak dan panah kepada Spanyol. 

Perjuangan orang Pribumi terhadap Spanyol berlangsung puluhan tahun. Hatuey sendiri seperti banyak tokoh perlawanan lainnya alami nasib miris, ia disiksa dan dibakar hidup-hidup oleh bangsa Spanyol.

Cerita mengenai perlawanan Hatuey sendiri sempat diangkat ke layar lebar dengan judul film Even the Rain. 

Menurut sejumlah catatan sejarah, Hatuey layaknya tokoh si Pitung di Indonesia, antara ada dan tiada. Namun terlepas apakah sosok ini atau tidak, semangat Hatuey melakukan perlawanan terhadap bangsa kolonial Spanyol menjadi inspirasi untuk klub sepak bola pertama di Kuba.

SC Hatey | theantiquefootball.com
SC Hatey | theantiquefootball.com
Pada 1907 didirikan klub sepak bola pertama di Kuba dengan nama SC Hatey. Soal kapan klub ini berdiri sendiri masih simpang siur. Ada yang menyebut klub ini baru berdiri pada 13 Juli 1935. Namun yang pasti berdirinya klub tersebut dengan menggunakan nama Hatuey adalah bentuk penghormatan terhadap tokoh yang juga menginspirasi perlawanan terhadap Spanyol di Haiti.

Dikutip dari catatan theantiquefootball, sepak bola Kuba muncul juga didorong oleh semangat tak mau dijajah oleh bangsa Spanyol. Layaknya PSSI di Indonesia yang berdiri untuk melawan terhadap Belanda, sejumlah klub di Kuba pun melakukan hal sama.

Sama juga seperti Indonesia yang di era 30-an di mana banyak klub yang diisi oleh pemain Belanda dan pemain lokal, di Kuba pun demikian. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN