Indira Revi
Indira Revi

Simple Life...Simple Thought...

Selanjutnya

Tutup

Wisata Artikel Utama

Telaga Biru Cigaru, Wisata Bekas Galian Tambang di Sudut Tangerang

7 Oktober 2018   22:49 Diperbarui: 8 Oktober 2018   10:08 2253 26 20
Telaga Biru Cigaru, Wisata Bekas Galian Tambang di Sudut Tangerang
Telaga cigaru bekas galian tambang/dokpri

Akhir-akhir ini telaga biru cigaru cukup populer menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi penikmat traveling. Awal mulai dikenalnya telaga biru setelah 'kids zaman now' sering memposting foto-foto area bekas penambangan tersebut di media sosial.

Warga menyebut telaga dengan sebutan 'danau biru' ini merupakan bekas galian tambang yang sudah henti operasi sejak tahun 2015. Bekas galian membentuk cekungan yang cukup dalam, saat terisi air hujan lobang besar berubah bentuk menjadi telaga. Salah satu telaga dari 3 (tiga) telaga bahkan mencapai kedalaman 20 meter.

Gapura menuju telaga biru/dokpri
Gapura menuju telaga biru/dokpri
Kawasan wisata Telaga Biru Cigaru yang berlokasi di desa Cisoka Kabupaten Tangerang berada di areal seluas 4 hektar dengan 3 (tiga) telaga dengan kedalaman dan warna air yang berbeda-beda. Warna telaga yang dominan sebenarnya berwarna hijau bukan biru. Namun warga sudah akrab dengan sebutan telaga biru.

Areal telaga/dokpri
Areal telaga/dokpri
Telaga bekas galian tambang yang sempat terbengkalai kini dikelola warga setempat secara swadaya dan telah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah dengan bantuan memfasilitasi perbaikan dan akses jalan menuju lokasi wisata.

Di telaga biru pengunjung yang hobi fotografi tidak sulit untuk mendapatkan spot yang indah dan menarik untuk berfoto. Jika pengunjung ingin menikmati pemandangan 3 (tiga) telaga berbeda warna secara sekaligus dari ketinggian, pengunjung dapat menggunakan drone untuk mengabadikan dan merekamnya.

Telaga dengan kedalaman 20 m/dokpri
Telaga dengan kedalaman 20 m/dokpri
Telaga biru cigaru/dokpri
Telaga biru cigaru/dokpri
Saat aku datang berkunjung, air telaga sedang tidak berwarna biru. Dari 3 (tiga) telaga yang ku amati air telaga warnanya berbeda-beda yaitu berwarna hijau, hitam dan hijau tosca.

Air telaga memang tidak sepanjang waktu berwarna kebiruan karena disebabkan berbagai faktor. Mungkin air mengalami perubahan warna karena tingkat keasaman air maupun faktor alga atau ganggang sehingga ketika air terkena cahaya matahari warnanya menjadi berubah. Walaupun demikian air telaga tetap terlihat berwarna hijau jernih.

Sayangnya air telaga tidak bisa untuk berenang padahal aku sudah siap-siap membawa perlengkapan renang untuk nyemplung dan berendam. Di kawasan ini pengunjung bisa sekedar duduk di tepi batu kapur atau berfoto di gazebo, ataupun mengelilingi telaga dengan menaiki gethek maupun perahu kecil.

Dengan semakin ramainya pengunjung yang berwisata datang ke telaga biru, bahkan di akhir pekan pengunjung mencapai ratusan orang, di lokasi ini sekarang dikembangkan dengan membuat berbagai wahana bermain oleh pengelola. Disekitarnya juga cukup banyak saung-saung yang menjual makanan/minuman dan tempat parkir di lahan milik warga yang dapat menggerakkan ekonomi warga.

Bergaya sejenak di atas perahu/dokpri
Bergaya sejenak di atas perahu/dokpri
Kini, Tangerang bukan hanya dikenal dengan kawasan industri pabriknya saja tetapi ada juga wisata alam bekas galian tambang yang menarik untuk dikunjungi. Walaupun hanya sekejap menikmati panorama telaga biru namun aku mempunyai kesan mendalam atas obyek wisata bekas galian tambang ini. Pulang berwisata aku menikmati senandung merdu suara penyanyi favorit ku Vina Panduwinata dengan lagu Citra Biru-nya.

Citra biru citra khayalku...
Membawaku ke alam yang semu...
Berkabut kelabu...
Aku semakin ragu semakin tak tahu...

Sekilas catatan perjalanan. Salam malam. Salam 00:00.