Mohon tunggu...
Indi Ardila
Indi Ardila Mohon Tunggu... Lainnya - Tukang Tidur

Bukan apa dan siapa, tidak sekedar apalagi sebagai.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tetes Pilu Ibu Pertiwi

22 Oktober 2022   11:02 Diperbarui: 23 Oktober 2022   11:38 131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

 Aku merasa sedih ternyata Ibu pertiwi lebih menangis

Aku merasa sengsara ternyata Ibu Pertiwi lebih tersiksa

Aku merasa memprihatinkan ternyata Ibu Pertiwi lebih tak berdaya

Tanpa ada yang menyeka air matanya, Ibu Pertiwi menangis tersedu

Melihat sungainya tak lagi mengalir bersih

Alamnya tak lagi nampak hijau dan asri

Hutannya yang di jadikan lahan

Perkotaannya yang bising rebutan jabatan 

Ibu Pertiwi menangis kesakitan, banyak yang mengeruk perutnya keenakan

Banyak yang merampas paksa keberhargaannya Banyak pertikaian di mana-mana, kelicikan tanpa belas kasihan, kebohongan yang tak karuan, kekejian dan perebutan lahan

Begitu banyak hal yang membuatnya menangis, tetapi dia tetap memberi kehidupan. Tanpa kita mampu menyeka air matanya kita masih mendapat kebaikannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun