Edukasi

Pengalaman MPLS

29 Juli 2018   21:54 Diperbarui: 29 Juli 2018   22:08 209 0 0

Pengalaman MPLS di SMAN 16 Kota Bekasi Tahun ajaran 2018/2019

Sebelumnya perkenalkan nama saya Inayah Wulandari, asal sekolah dari SMPN 39 Kota Bekasi. Hasil nilai ujian nasional saya hanya mendapatkan nem 22,00. Dengan nem saya yang bisa dibilang kecil akhirnya saya memutuskan untuk masuk melalui jalur Zonasi atau WPS. Di 16 sendiri ada 4 jalur, yang pertama jalur prestasi karena saat SMP saya tidak mempunyai prestasi maka saya tidak memilih jalur jalur tersebut. 

Yang kedua ada jalur Afirmasi atau jalur yang menggunakan SKTM atau kepanjangannya Surat Keterangan Tidak Mampu. Yang ketiga ada jalur NHUN atau kepanjangannya dari Nilai Hasil Ujian Nasional yang menggunakan nem. Dan yang ke empat adalah jalur zonasi jalur yang saya pilih dikarenakan rumah saya lumayan dekat dengan SMAN 16.

14 Juli 2018 hari Sabtu siswa/i yang diterima di SMAN 16 diwajibkan masuk saat hari sabtu untuk mengetahui hal apa saja yang harus dibawa saat MPLS yang akan berlangsung pada tanggal 15 Juli hari Senin. Saat hari Sabtu semua harus sudah berada di sekolah pada pukul 07.00 dan ketika semua sudah berada di sekolah semua siswa/i dikumpulkan di lapangan sekolah untuk mengetahui ada dimana kelasnya berada namun kelas yang dibagi sekarang hanya untuk sementata karena nanti akan dibagi kembali menjadi IPA atau IPS. 

Semua dibagi menjadi sembilan kelas sementara atau bisa disebut dengan gugus. Saya sendiri mendapatkan gugus satu dengan penanggung jawab atau disingkat menjadi PJ. Gugus satu dengan PJ kang Reynaldi dan Teh diandra. Saat semua siswa/i sudah dibagikan gugus masing masing mereka masuk ke dalam kelas yang sudah di tentukan. Saat sudah memasuki kelas masing masing kita diajarkan bahwa budaya di SMAN 16 adalah 5s; Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun. Di SMAN 16 sendiri jika kita memanggil kaka kelas bukan menyebutnya dengan kaka melainkan akang dan teteh. 

Setelah itu kita disuruh untuk memperkenalkan diri di depan kelas, menyebutkan nama, asal sekolah, hobi, cita cita dan alasan masuk ke SMAN 16. Dan kita diberi tau bahwa perlengkapan apa saja yang dibawa untuk hari senin. 

Kita disuruh untuk membuat Name Tag yang berbentuk dan menjelaskan filosofi dari bentuk name tag kita tersebut dengan ukuran nametag 1116 yang berarti 11 merupakan angkatan saat ini dan 16 merupakan nama sekolah, selain name tag kita juga disuruh oleh akang teteh PJnya. Gugus satu sendiri disuruh menyampul buku dengan warna biru, selain name tag dan buku kita juga disuruh untuk membawa bekal makan siang dan kegiatan hari ini pun selesai pada pukul 10.00

16 Juli 2018 hari Senin. Pada hari senin semua siswa/i masuk sekolah pada pukul 07.30 dan ketika datang langsung menuju ke kelas. Setelah semuanya sudah datang kita disuruh untuk menuju ke lapangan untuk melaksanakan apel pembukaan MPLS. Dan ketika kembali ke kelas gugus satu disuruh untuk menghafal yel-yel gugus, yel-yel enam belas dan mars enam belas,semua yel-yel dan mars 16. 

Semua itu sudah diberitahu kan oleh akang teteh PJ melalui grup yang telah dibuat setiap gugus. Gugus satu mempunyai nama gugus yaitu Bubungan Lima yang merupakan rumah adat dari provinsi Bengkulu. Pada saat itu kita disuruh untuk mencari tanda tangan anggota osis. Awalnya saya berpikir itu mudah "ah gampang cuma minta tanda tangan kok" namun ketika jam istirahat dan sudah boleh mencari tanda tangan anggota osis ternyata itu semua tidak mudah. 

Sebelum keluar kelas untuk mencari tanda tangan anggota osis saya sudah mendapatkan dua tanda tangan dari akang teteh pj saya yaitu teh diandra dan kang rey. Saat meminta tanda tangan anggota osis yang lain ada mudahnya ada sulitnya namun lebih banyak sulitnya. 

Pertama kita harus menunggu, kedua jika disuruh mencari teman satu gugus maka sebelum itu kita harus mencarinya, ketiga kita diberi pertanyaan ataupun disuruh untuk menyanyi, keempat kita harus mencari tau nama anggota osis tersebut dan mengetahui apa jabatannya di osis karena osis tidak akan memberi tahu semuadah itu untuk memberikan nama dan jabatannya, belum lagi almet osis yang terdapat nama dan jabatan ditukar-tukar serta ketika ingin mendpatkan tanda tangan dari osis maka kita harus menerapkan 5S. 

Saat itu saya ingat sedang ingin meminta tanda tangan dari salah satu osis dan sedang menunggu karena ada gugus lain yang sedang diberikan pertanyaan, cukup lama saya menunggu walaupun sudah berada di lantai dua dan matahari seperti berada di atas kepala. 

Sekitar 15 menit saya menunggu dan gugus yang tadi diberi pertanyaan telah selesai dan pergi baru saja saya ingin meminta tanda tangan namun anggota osisnya pergi sebelum pergi ia berkata "maaf ya dek, jam istirahat udah abis gaboleh minta tanda tangan lagi" saat itu saya melongo "seriusan? Udah lama lama nunggu ga dapet apa-apa" pasrah. Saya pun kembali ke kelas dan hari ini hanya mendapatkan tiga tanda tangan. Kegiatan sekolah pun dibubarkan pada pukul 02.15 . Dari hari ini saya belajar bahwa: sesuatu yang telah ditunggu selama apapun itu belum tentu kamu akan mendapatkannya.

17 Juli 2018 hari selasa. Hari kedua MPLS. Jika hari senin kemarin masuk sekolah pada pukul 07.30 beda dengan hari ini, hari ini kita masuk pukul 07.00 sudah berada di sekolah. 

Pencarian tanda tangan masih berlanjut hari senin kemarin saya hanya mendapatkan tiga tanda tangan. Kata akang teteh PJ saya siapa yang mendapatkan tanda tangan paling sedikit akan mendapatkan hadiah. Istirahat pertama pada pukul 09.40 saya gunakan untuk mencari tanda tangan dan saya hanya mendapatkan satu tanda tangan begitupun saat isitirahat kedua pada pukul 11.45 saya juga hanya mendapatkan satu tanda tangan. Jika dijumlah dari hari kemarin maka jumlah buku saya yang sudah di tanda tangani ada lima, saat saya bertanya pada teman satu gugus saya "udah dapet berapa tanda tangan?" 

Dan teman saya menjawab "baru dapet sembilan" saat itu saya kaget dalam hati saya berkata "loh udah banyak dia dapetnya, niat bangat kayanya nyari tanda tangan" saya akui, saya tidak niat mencari tanda tangan jika dapat ya alhamdulilah jika tidak dapat yaudah, lagi pula saat saya mencari tanda tangan saya tidak mau ribet, mencari anggota osis yang hanya perlu nama dan jabatan maka bukunya akan di tanda tangani.  Setelah selesai istirahat kedua jam selanjutnya di isi oleh guru guru dari 16 hanya sekedar memperkenalkan diri ataupun sekedar sharing.

18 Juli 2018 hari Rabu. Hari ketiga MPLS yang berarti hari terakhir. Sekitar jam 07.30 kita disuruh untuk berkumpul di lapangan yang ternyata ada pengarahan dari polisi setempat. Kita diberitau bahwa Narkoba itu berbahaya dan harus menghindarinya jika sekali mencoba akan menyebabkan ketagihan yang berlanjut dan juga kita akan di rehabilitasi jika sudah kecanduan narkoba dan kita diberi tau tentang keamanan saat berkendara atau etika saat berkendara. Setelah pengarahan dari polisi setempat selesai kita tetap berada di lapangan. 

Anggota osis menyuruh kita untuk menyanyikan yel-yel dari gugus masing-masing yaitu dari gugus satu hingga gugus sembilan. Setelah semua gugus telah menyanyikan yel-yel masing-masing kini gantian untuk anggota osis yang juga mempunyai yel-yel sendiri. Setelah acara menyanyikan yel-yel masing-masing selesai kita tidak langsung kembali ke kelas melainkan mengadakan sebuah game. 

Gamenya adalah menyusun sepatu setinggi mungkin dan susunan sepatunya tidak boleh terjatuh. Setiap gugus harus saling bekerja sama agar susunan sepatunya tidak terjatuh. Kerika waktu untuk menyusun sepatu sudah dimulai kita, gugus satu langsung menyusun sepatu-sepatunya, menyusun sepatunya memang mudah namun ketika susunan mulai tinggi ada saja dari gugus lain yang berusaha menjatuhkannya. Kita pun memutuskan dua orang menyusun sepatu dan sisanya berjaga agar gugus lain tidak menjatuhkannya.

Waktu pun telah habis dan kita berhenti untuk menyusun sepatunya. Namun ketika salah satu orang yang tadi bertugas menyusun sepatunya dan berusaha untuk melepakannya susunan sepatunya ingin jatuh kembali jadi ia tetap mempertahankannya dengan memeganginya namun itu tidak bertahan lama ada salah satu anggota osis yang datang dan memerintahkan melepaskan tangannya dari tumpukan sepatu itu dan ketika tangan yang sedari tadi mempertahankan tumpukan sepatu itu dilepas dan seketika tumpukan sepatu itu terjatuh dan kita, gugus satu langsung berteriak "Yahhh" hanya menyisakan setengah dari tumpukan sepatu yang telah kita buat. Games pun berakhir namun saya lupa siapa yang saat itu menjadi pemenang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2