Mohon tunggu...
Ina Purmini
Ina Purmini Mohon Tunggu... IRT dan PNS

Bukan siapa-siapa, hanya manusia biasa

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Tanggal Itupun Tiba, 22 Mei 2019 Prabowo Menang

11 Mei 2019   16:04 Diperbarui: 11 Mei 2019   16:14 823 3 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tanggal Itupun Tiba, 22 Mei 2019 Prabowo Menang
Sumber https://www.arrahmah.co.id 

Pemilu Serentak Tahun 2019 telah usai, saat ini kegiatan Pemilu sudah sampai pada tahapan rekapitulasi surat suara di tingkat nasional oleh KPU RI. Semua pihak, paslon 01, paslon 02, timses bahkan masyarakat menunggu selesainya proses hitung manual oleh KPU yang dijadualkan akan selesai pada 22 Mei 2019. Sebab semua pihak sepakat sesuai regulasi yang ada bahwa data yang digunakan untuk menentukan pemenang Pilpres adalah data hitung manual KPU RI.

Meski setelah selesai Pilpres tanggal 17 April 2019, banyak lembaga survey melakukan quick count hasil Pilpres dan banyak lembaga survey memenangkan paslon 01 dengan jumlah suara yang diperoleh di kisaran 54-55%. Namun di pihak lain paslon 02, mengklaim mempunyai data internal yang valid, dimana berdasarkan survey yang dilakukan Lapitek Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) terhadap 8 ribu TPS, diperoleh hasil paslon 01 mendapatkan suara 35,90% dan paslon 02 mendapat 62,20 suara serta suara tidak sah sebesar 1,90%. Hasil-hasil survey tersebut, membuat masing-masing pihak merasa telah menang dengan dasar argumen masing-masing.

Di antara tahapan-tahapan pemilu, sebelum, saat dan setelah pemilu dilaksanakan, berita di medsos disesaki dengan sejumlah hoax. Beberapa diantaranya adalah 7 kontainer surat suara tercoblos, penganiayaan timses paslon 02 Ratna Sarumpaet, server KPU disetting untuk memenangkan Jokowi, jika Jokowi menang Kiai Ma'ruf Amin akan digantikan Ahok, jika Jokowi menang ada larangan adzan dan ratusan lagi lainnya. Jika dilihat hoax yang beredar, banyak sekali yang bersifat menyerang paslon 01 dan KPU.

Disamping gempuran hoax yang luar biasa, narasi kecurangan yang akan dilakukan paslon 01 dan KPU juga berhembus kencang,  "hanya kecurangan yang bisa mengalahkan Prabowo". Ada tudingan-tudingan bahwa KPU dan Bawaslu tidak netral/berpihak,  kinerja KPU dan Bawaslu lemah, ada penyedotan suara melalui program komputerisasi. Tudingan-tudingan tersebut menurut organisai Suluh Kebangsaan yang diantaranya beranggotakan Prof. Dr. Mahfud MD., Rhenald Kasali, Allisa Wahid, dan Imam Prasodjo, merupakan upaya untuk mendelegitimasi KPU dan Bawaslu.

Suasana cukup panas terus mewarnai proses Pemilu hingga hari ini, bahkan ada demo di depan Bawaslu hari Jumat 10 Mei 2019 kemarin yang digawangi Kievlan Zein dan Eggi Sujana.

Lalu seperti apa kira-kira suasana pada tanggal 22 Mei 2019, pada saat KPU RI selesai melakukan rekapitulasi suara dan menentukan siapa pemenang Pilpres 2019? Siapa yang akan menjadi pemenangnya? Prabowo atau Jokowi? Saya yakin Prabowo pasti menjadi pemenang!! 

Pada tanggal 22 Mei 2019 nanti KPU akan  mengumumkan bahwa paslon 01 memperoleh suara 56,sekian% dan paslon 02 memperoleh 43,sekian%. Pak Jokowi kembali terpilih sebagai Presiden RI ke-8 dan pak Prabowo tetaplah seorang pemenang dengan dapat menerima kekalahan dengan ikhlas. Pak Prabowo akan memberi selamat kepada pak Jokowi dan mereka berpelukan hangat.

Pak Prabowo adalah seorang nasionalis, Pancasilais, berjiwa patriot serta seorang negarawan. Ketika saatnya tiba harus mengakui kemenangan lawan, maka sebagai negarawan, sebagai patriot yg berjiwa ksatria, Pak Prabowo akan tegar, berdiri tegak, dada membusung, pandangan lurus ke depan, melangkah tegap menyongsong hari-hari ke depan, melakukan pengabdian-pengabdian baru yang masih sangat banyak yang dapat beliau lakukan untuk kemajuan bangsa dan negara ini.

Selamat kepada Bapak Jokowi terpilih sebagai Presiden RI periode 2019-2023. Selamat kepada Pak Prabowo, menang melawan diri sendiri, karena itulah pemenang sesungguhnya.

Dan bersatulah kembali Indonesiaku, jayalah negeriku.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x