Mohon tunggu...
Inayatun Najikah
Inayatun Najikah Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis Lepas, Pecinta Buku

Belajar menulis dan Membaca berbagai hal

Selanjutnya

Tutup

Diary

Cinta Ini Beda, Part II

28 September 2022   14:12 Diperbarui: 28 September 2022   14:21 47 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

"Bagi mas tulisan sayang di hari Rabu adalah cinta kita sayang"

Saya telah berjanji padanya untuk terbiasa menulis. Meski sekali dalam seminggu, di hari rabu. Menuliskan tentang sebuah cerita, perjalanan cinta kita. Saya mencintainya dengan sesadar-sadarnya. Cinta ini nyata. Bahagia ini juga nyata adanya.

Namun anehnya setiap kali saya berdialog dengan diri perihal alasan saya mencintainya, saya tak bisa menjawab. Bersamanya saya bahagia. Meski saya tau kebahagiaan ini selalu teriringi dengan luka yang terus menganga. Cinta dan luka seakan senantiasa mengiringi langkah kaki saya.

Beberapa hari yang lalu, saya tengah menghadiri undangan pesta pernikahan seorang teman yang kebetulan telah saya anggap sebagai adik sendiri. Kemana-mana selalu bersamanya, baik urusan pekerjaan maupun sekadar untuk jalan-jalan. Saya melihat rona bahagia diwajahnya dan pasangannya di singgasana pengantin yang begitu megah.

Sesaat saya terdiam di tengah riuh gemuruh tamu undangan yang datang. Saya merasa hampa. Dan tiba-tiba meneteslah air mata . Sesegera mungkin saya usap agar tak ada orang lain yang mengetahuinya. Jika ditanya apa yang membuat saya menangis, jawabannya adalah karena saya tak bisa seperti mereka. Cinta yang saya punya berbeda dengan cinta mereka. Cinta yang tak bisa untuk dimiliki.

"Kita menjalani apa yang sudah ditentukan Tuhan dulu ya sayangku"

Sebuah pernyataan yang ia lontarkan setelah saya jabarkan perihal sakit yang secara tiba-tiba ada. Meski hati menangis, saya mencoba untuk tetap tersenyum manis. Dan pada akhirnya saya kembali terbiasa menjalani cinta semacam ini. Biarlah kebahagiaan ini mengalir seperti air. Karena yang saya tahu kebahagiaan adalah tanda syukurnya seseorang atas nikmat yang Tuhan beri.

Setelah kejadian itu, sehabis menjalankan ritual ibadah saya mengubah doa yang selama ini selalu terpanjatkan. Jika yang biasanya saya meminta diberikan yang terbaik dalam hal apapun, namun kali ini berbeda. Tuhan, Jika saat ini saya hanya sebagai ujian baginya, maka kuatkan dia untuk mampu melewati ini semua. Dan semoga dengan segera ia akan berbalik menuju rumah tempat ia seharusnya kembali.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan