Mohon tunggu...
Inayatun Najikah
Inayatun Najikah Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis Lepas, Pecinta Buku

Belajar menulis dan Membaca berbagai hal

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Kami Sepakat Merajut Kisah Lagi

24 Agustus 2022   10:14 Diperbarui: 24 Agustus 2022   10:20 55 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Tak ada yang salah dengan cinta. Sebab ia datangnya dari hati. Saya telah jatuh cinta padanya, dan dia juga merasakan hal yang sama."

Beberapa hari yang lalu, dia laki-laki yang saya cintai meminta saya untuk rutin menulis disetiap hari rabu. Hari spesial baginya dimana dia lahir ke dunia ini. Menulis tentang apa saja, termasuk tentang kisah saya dengannya. Untuk memenuhi permintaannya tersebut, tulisan pertama saya ini tentang kisah kami. Kisah yang berbeda dari banyaknya kisah romantis yang familiar ditelinga kita. Kisah yang hanya kami sendiri yang memahami. Saya mencintainya begitu juga dengan dia. Cinta yang hadir tanpa ketidaksengajaan. Yang tumbuh karena sebuah pembiasaan.

Kisah ini bermula saat kami bertemu untuk pertama kali karena sebuah pekerjaan. Seiring berjalannya waktu hubungan kami semakin dekat. Tak hanya sekadar berdialog tentang pekerjaan, melainkan tentang berbagai hal. Hampir setiap hari kami berkomunikasi secara intens. Saat bertemu maupun saat sedang berjauhan. Lambat laun tak bisa dipungkiri timbul rasa nyaman diantara kami.

Namanya juga sebuah perjalanan, pasti sedikit banyak akan melintasi hal yang merintang. Begitu juga dengan kisah kami. Kisah ini sudah berjalan cukup lama. Perselisihan diantara kami memang selalu ada. Tapi kali ini berbeda. Saya menyadari bahwa saya sendiri yang meminta secara tiba-tiba untuk mengakhirinya. Tentu saja dia merasa kebingungan saat itu. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba sikap saya berubah kepadanya. Perselisihan yang teramat pelik.

Saya tak menyangka perselisihan itu membawa pada sebuah kejujuran. Kami saling terbuka tentang perasaan masing-masing. Meski kedekatan kami sudah berjalan cukup lama, tapi berbicara soal perasaan kami tak cukup lantang. Selama kisah yang telah berjalan kemarin, kami saling menunjukkannya dalam bentuk tindakan. Meski sesekali kami saling memberikan pujian dan kata cinta, namun perasaan ragu selalu hadir dalam hati saya.

Saya selalu beradu argumen dengan diri sendiri. Tentang perlakuan dan kata cinta darinya. Hati dan pikiran selalu bertolak belakang. Logika saya berkata bahwa apa yang dia lakukan hanya sekadar ingin membuat saya jatuh kepelukannya. Membuat saya merasakan cinta, namun cinta yang bertepuk sebelah tangan. Karena bagi saya melihat latar belakangnya yang seperti itu, barangkali saya hanyalah menjadi objek yang kesekian baginya.

Saat dekat dengannya saya selalu membuat tameng diri, tapi pada saat itu juga runtuh dengan perlakuan manis darinya. Puisi, kata romantis, dan perlakuan lainnya selalu ia berikan kepada saya. Rasa cinta yang entah sejak kapan muncul ini telah mengalahkan tameng yang saya ciptakan. Dia seorang penyair. Itu yang membuat saya belum sepenuhnya percaya dengan semua perlakuannya. Bagi saya penyair tetaplah penyair. Bagaimanapun ia mendapat ide, tentu hal itu tak semuanya murni tentang apa yang ia rasakan. Begitu yang saya pikirkan saat ia mencoba merayu.

Perselisihan tersebut telah membuat saya sadar bahwa dia benar mencintai saya. Sebab saat perselisihan itu berlangsung, kami sama-sama merasakan sakit. Saya juga menyadari bahwa begitu cara dia mengungkapkan cinta pada seorang kekasih. Kini, kami sepakat untuk memulai kisah ini lagi. Melebur pada yang lalu dan berusaha saling memberikan bahagia atas nama cinta.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan