Mohon tunggu...
Inayatun Najikah
Inayatun Najikah Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis Lepas, Pecinta Buku

Belajar menulis dan Membaca berbagai hal

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Maaf dan Terimakasih

11 Agustus 2022   13:03 Diperbarui: 11 Agustus 2022   13:21 103 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Saya bingung mau mengawali tulisan ini dengan kata apa. Saya sudah memprediksi akan seperti ini. Tapi namanya juga pilihan. Selalu ada konsekuensinya. Ada sebab pasti ada akibat. Saya tak tau sejak kapan rasa ini muncul. Rasa yang lebih dari sekadar seorang kakak dan lainnya.

Saya tak pernah membayangkan akan jatuh cinta pada seseorang yang sudah memiliki cinta. Saya teringat pesan yang waktu itu kau sampaikan.


"Cinta datang dari mana saja itu tak masalah dik, entah dari yang perempuan atau laki-laki dulu bukan ambigu karena cinta soal hati"


Cinta hadir karena sebuah pembiasaan. Dan itulah yang saya rasakan.

Namun selama perjalanan kisah ini saya telah melewati batas. Saya telah menyalahpahami kasih sayang dan perhatian darimu. Barangkali jika setiap perempuan diperlakukan sama seperti yang telah kau perlakukan pada saya, akan mengalami hal yang serupa. Atau jangan-jangan memang saya sendiri yang telah salah dan terlalu berlebihan.

Tangisan dan kesedihan sudah menjadi makanan sehari-hari saat saya tengah jauh darimu. Apalagi saat kenyataan berkata bahwa kau telah memiliki rumah untuk kembali. Tempat ternyaman saat kau merasa sedih, bahagia dan lainnya. Saya selalu menyadari bahwa ada Cinta yang tak harus dimiliki. Itulah yang tengah saya alami.

Perihal akhir kisah cinta ini, saya telah memikirkannya matang-matang. Sudah sejak lama memang saya ingin mengakhiri, tapi apa daya saya selalu kalah dengan kata "bahagia". Saya dan kau sama-sama merasakan bahagia itu. Tetapi pada kondisi tertentu bayangan perempuan yang telah menjadi pasanganmu selalu muncul. Hal itu yang membuat saya selalu menumpahkan air mata. 

Saya perempuan. Pasanganmu juga perempuan. Tentang setiap hal yang telah kita jalani bersama, saya amat merasa bersalah padanya. Dan yang bisa saya lakukan adalah berdoa memohon maaf padanya juga pada Tuhan.

Saya akan selalu mengingat tentang perjalanan kisah kita dan tentang semua hal yang telah kau ajarkan. Perihal cinta yang tengah tumbuh dihati saya, biarlah tetap seperti ini dan akan senantiasa seperti ini. Semoga kau selalu bahagia lahir dan batin. Maaf jika selama kita dekat saya banyak mengecewakanmu.

Jika kau berpikir alasan saya mengakhiri kisah ini karena telah menemukan belahan jiwa, kau salah besar. Karena seseorang yang saya pinta pada Tuhan dalam setiap doa, spesifikasinya ada pada dirimu. Lalu bagaimana saya bisa menemukan yang sifatnya sama seperti dirimu dalam waktu singkat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan