Mohon tunggu...
Inamul Hasan
Inamul Hasan Mohon Tunggu... Pegiat Literasi

Santri | Mahasiswa | Researcher | Traveler | Peresensi | Coffee Addict | Interested on History and Classical Novels

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan Pilihan

Apa Salahnya Salat Tarawih di Rumah Saja?

28 April 2020   06:07 Diperbarui: 28 April 2020   06:27 11 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apa Salahnya Salat Tarawih di Rumah Saja?
sumber gambar: umroh.com

Bulan Ramadan, tidak terlepas dari yang namanya salat Tarawih. Ibadah tersebut sangat dianjurkan (sunnah mu'akkadah) oleh Nabi saw dilakukan di malam hari. Lalu, bagaimana pelaksanaannya, terutama di masa pandemi ini? Sementara, masih ada beberapa masjid yang menyelenggarakan salat Tarawih secara berjamaah.

Sebagian masyarakat tetap bersikukuh pergi ke masjid/musala melaksanakan salat Tarawih di tengah pandemi, saat ini. Sementara, sudah ada maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Peraturan Pemerintah (PP) terkait ibadah di bulan Ramadan. 

Jika ada yang masih bersikukuh pergi salat Jumat, tentu masih bisa dimengerti, karena Jumat (masih) wajib untuk saat ini, menurut sebagian kalangan umat muslim. Tetapi untuk salat Tarawih di masjid, jika masih bersikukuh dan ngotot, tentu perlu diberikan arahan.

Budaya di Indonesia maupun di luar negeri, yaitu menyelenggarakan salat Tarawih secara berjamaah. Kata 'berjamaah' sangat berkaitan erat dengan kata 'masjid/musala'. Oleh karena itu, budaya salat Tarawih biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid/musala.

Kita tidak boleh menganggap remeh pahala salat Tarawih --secara berjamaah-- di masjid. Namun sebelum membahas salat Tarawih yang berkaitan dengan kondisi saat ini, alangkah baiknya melihat hadis-hadis tentang penyelenggaran salat Tarawih terlebih dahulu. Setidaknya, untuk menjawab pertanyaan, "Di rumah atau di masjid?"

Dalam riwayat Bukhari (No. 731) dijelaskan bahwa Nabi saw salat di tempat khusus selama beberapa malam di bulan Ramadan. Lalu beberapa Sahabat beliau ikut salat berjamaah di belakang beliau. Pada suatu subuh, Nabi saw berkata kepada beberapa Sahabat yang ikut salat bersama beliau, "Aku tahu apa yang kalian lakukan (maksudnya: salat Tarawih berjamaah). Wahai manusia, salatlah di rumah kalian masing-masing. Sesungguhnya salat yang paling utama adalah salat di rumah sendiri, kecuali salat fardu."

Hadis ini merupakan salah satu hadis-hadis yang menjelaskan tentang salat sunnah. Pada intinya, sejak awal Nabi saw memilih untuk salat Tarawih secara sendirian. Tapi, Nabi saw juga tidak melarang --secara terang-terangan-- Sahabat yang ikut berjamaah dengan beliau.

Untuk itu, Nabi saw bersabda, "Aku sudah tahu apa yang kalian lakukan. Aku khawatir (kalau aku tetap keluar) salat Tarawih ini, bisa-bisa diwajibkan terhadap kalian. Kalau ia diwajibkan, kalian tidak akan bisa melaksanakannya. Makanya, salatlah di rumah kalian masing-masing, karena sesungguhnya salat yang lebih utama adalah salat di rumah, kecuali shalat fardu."

Lalu, apa tujuannya salat sunnah dilakukan di rumah? Imam Ahmad, dalam musnadnya meriwayatkan sebuah hadis, "Salatlah kalian di rumah. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan." Artinya, salat sunnah dapat 'menghidupkan' suasana rumah serta 'menererangi'-nya.

Namun, tidak semua salat sunnah dianjurkan untuk dilakukan di rumah. Untuk syiar Islam, beberapa salat sunnah dianjurkan dilakukan di masjid atau tanah lapang, seperti salat Idul Fitri, Idul Adha, salat Gerhana, dan salat Istisqa'.

Coba renungkan, ketika kondisi normal saja salat sunnah --termasuk salat Tarawih-- lebih utama dilaksanakan di rumah daripada di masjid/musala. Apalagi dalam kondisi saat ini, cukup logika saja yang menjawabnya dan tidak perlu dijelaskan lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN