Mohon tunggu...
Ina Barina
Ina Barina Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswi Ilmu Komunikasi

Terimakasih sudah membaca :)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Virtual Harrasment is Exist!

22 Juni 2021   21:32 Diperbarui: 22 Juni 2021   21:51 147
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Pict from freepik.com)

Dunia Virtual saat ini telah menduduki posisi pertama dalam merangkul seluruh intensi masyarakat, terlebih selama masa pandemi dimana mobilitas fisik terbatasi. Hal tersebut telah menjadikan dunia virtual sebagai sarana mobilitas kita seperti berkomunikasi melalui platform media sosial, mencari hiburan di berbagai platform yang tersedia, dan lain sebagainya. Sayangnya, mobilitas di dunia virtual ini tidak semuanya menjadi mobilitas yang positif. Justru, mobilitas di dunia virtual itu sangat berbahaya dan menebar banyak hal negatif apabila tidak tersaring dengan baik.

Hal tersebutlah yang akhirnya mendorong saya untuk berpendapat mengenai salah satu bahaya yang ada di dunia virtual. Virtual Harassment atau yang sering dikenali sebagai bentuk pelecehan yang terjadi di dunia maya. Seperti apa sih virtual harassment yang nyatanya masih kurang disadari oleh masyarakat ini? Oke, saya akan memberikan gambaran-gambaran singkat mengenai fenomena ini.

Selama masa pandemi, media sosial telah menjadi tempat berbagi berbagai hal tentang kehidupan masing-masing orang. Tak luput dari unggahan mengenai aktivitas harian, foto-foto selfie, ataupun repost foto kebersamaan di masa sebelum pandemi hadir. Dalam berbagai unggahan ini, terpampanglah foto selfie seorang perempuan yang mengenakan bold make-up. Lalu muncul lah berbagai kalimat di kolom komentar, yang mungkin sebagiannya akan memuji tentang kecantikan si perempuan ini. Tetapi, ada beberapa kalimat komentar yang menarik perhatian saya yang mungkin kesannya bercanda tetapi jatuhnya justru melecehkan.

            

            " Sejam berapa nih neng? "

            " Open BO gass "

            " Vcs nggak nih? "

Komentar-komentar seperti ini yang kadang justru dilontarkan oleh teman-teman dekat si perempuan ini, yang lucunya ditanggapi bercanda pula oleh si perempuan. Padahal, ini termasuk bentuk pelecehan loh! Come on, jangan sembunyi dibalik kata bercanda untuk hal-hal sefatal itu di dunia maya. Normalisasi kalimat-kalimat pelecehan itu sama sekali nggak mengubah makna dibaliknya!

Bicara lebih jauh lagi mengenai virtual harassment di masa pandemi ini, banyak sekali cuitan beberapa perempuan yang sering diteror melalui pesan online. Misalnya, DM di Instagram dan Twitter serta Message di Facebook. Teror-teror ini mungkin terkesan sebagai spam biasa, tetapi jangan salah guys, itu juga masuk ke pelecehan. Teror seperti apa nih yang jatuhnya malah ke pelecehan?

           

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun