Mohon tunggu...
Ina Nasution
Ina Nasution Mohon Tunggu... Konsultan - President dan Co-Founder, Hope 4 Our Children

Ina Nasution adalah President dan Co-Founder organisasi non-profit Hope 4 Our Children (www.hope4ourchildren.org), berdomisili di Washington, D.C., Amerika Serikat. Lulusan George Washington University, jurusan Master of Science in Finance.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mendorong Aktivisme di Era Pandemik

29 Mei 2020   09:12 Diperbarui: 30 Mei 2020   01:49 206
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

    

Bertepatan dengan perayaaan Idul Fitri 2020 dan di minggu ke-10 bekerja dari rumah karena COVID-19 pandemic ini, saya merasa bersyukur termasuk mereka yang bisa work from home. Namun betapa banyaknya orang di sekitar kita yang penghasilannya terpuruk karena pandemik ini. Mereka adalah orang yang terpaksa harus ke luar rumah mencari nafkah demi sesuap nasi. Mereka yang kehilangan pekerjaan atau penghasilan. Sebagian besar bahkan kesulitan membeli beras. Mereka adalah pemulung, pekerja harian, tukang becak, pedagang asongan, tukang cuci, buruh pabrik, ojol yang pendapatannya rata-rata tidak cukup untuk makan sehari-hari.

Tidak tega rasanya melihat begitu banyak orang yang penghasilan keluarganya kurang dari $2 per hari sebelum pandemik, sekarang bahkan semakin menciut. Tentu saja kita tidak tega menyaksikan begitu banyak orang yang tidak punya makanan, sementara kita yang kebetulan masih dikaruniai rezeki oleh Allah, memiliki makanan yang bersisa di rumah. Adalah kewajiban kita, untuk mengasah sensitivitas dan rasa kepedulian saat tetangga, saudara, ataupun orang sekitar kita tersungkur mengalami kesulitan. Sebagaimana Rasulullah SAW di salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Tarmizi bersabda bahwa bila kita memudahkan urusan orang lain di dunia, maka Allah akan memudahkan urusan kita di akhirat kelak. Marilah kita bersama-sama berusaha untuk memudahkan urusan mereka yg sedang dalam kesulitan atau mereka yang kurang beruntung, di mulai dari orang-orang di sekeliling kita. Insha Allah dengan kita memudahkan urusan mereka, maka Allah akan memudahkan urusan kita. Aamiin.

Penulis belum lama ini mengikuti salah satu Simposium ICNA 2020 yang dilaksanakan secara online. Syekh Yaser Birjas, seorang tokoh Islam di AS mengingatkan di dalam Al Quran surat Taha ayat 42, Allah memerintahkan kita untuk tidak menjadi orang yang pasif, tapi hendaklah menjadi seorang aktivitis, yang secara proaktif turun tangan melalukan aksi yang bisa membuat suatu perubahan. Hal ini semakin relevan pada kondisi pandemic COVID-19 saat ini, di mana banyak orang yang terpuruk kondisi ekonominya, yang memanggil kita untuk berbuat sesuatu untuk bisa membantu sesama. Cara melakukan perubahan, menurut beliau adalah dengan melakukan langkah-langkah seperti tersurat dalam surat Taha ayat 42: mengambil inisiatif, berkolaborasi dengan pihak lain yang juga ingin membuat perubahan, terus menimba ilmu, jangan bermalas-malasan, dan kontinyu meningkatkan kedekatan hubungan dengan Allah dengan memperbanyak istighfar, tahajjud, puasa dan ibadah lainnya

Hope 4 Our Children

Hope 4 Our Children adalah organisasi nonprofit yang kami dirikan bersama Diaspora Indonesia di Washington DC di tahun 2005. Berawal dari keinginan untuk membantu anak-anak miskin dan yatim setelah Tsunami 2004, organisasi ini telah melaksanakan lebih dari 30 projek skala kecil serta membantu lebih dari 9000 anak-anak miskin.

Sejauh ini, Hope 4 Our Children telah memprakarsai pembangunan dan perbaikan 2 asrama Dayah di Aceh, membantu 3 rumah yatim piatu dengan usaha ternak ayam, itik, lele di Padang dan Jogja, yaitu mereka yang menjadi korban gempa bumi. Selain itu kami juga melaksanakan berbagai livelihood training cara beternak itik, lele, servis AC dan membuat kue untuk anak miskin dan anak jalanan di Aceh, Jogja, Jakarta, Bekasi, dan Ceger. Kami juga mendistribusikan sembako, baju sekolah serta mendirikan sumber air bersih dan MCK untuk ratusan korban 2018 tsunami di Donggala. Selain livelihood training, kami juga melakukan workshop character building & sexual harassment awareness dan membuka kursus komputer gratis bagi anak2 jalanan dan miskin.

Sejak COVID-19 pandemik bulan Maret 2020 lalu, melalui Hope 4 Our Children, kami memulai projek skala kecil membantu mereka yang berpenghasilan lebih dari $2 per hari dengan memberikan paket sembako dan uang tunai untuk menunjang mereka selama beberapa saat.

Alhamdulillah sampai sejauh ini, atas dukungan dari donatur, Hope 4 Our Children telah mendistribusikan paket sembako dan uang cash kepada lebih dari 900 orang. Walau dalam skala kecil kami ingin tetap berbagi. Mari rekan-rekan, kita semua bisa membantu sebisa kita, kita semua bisa mengulurkan tangan kita pada tetangga, saudara, teman, kenalan yang mungkin belum seberuntung kita. Manusia yang sangat disayang Allah adalah mereka yang memberikan manfaat bagi sesama.

Bila ada yang ingin menitipkan sedikit rejekinya bisa lewat websitenya Hope 4 Our Children: www.hope4ourchildren.org.

Selamat Idul Fitri pada rekan-rekan semua, mohon maaf lahir dan batin. Selamat menyambut Hari Kemenangan. Semoga Allah mengkaruniai kita semua kemenangan, yaitu kemenangan dalam mencapai keberuntungan, kemenangan dalam menahan hawa nafsu melalui ibadah Ramadhan, kemenangan sehingga kita bisa mendapatkan kenikmatan surga-Nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun