Imon  Ajianto
Imon Ajianto ASN

No eviden no history. Dengan menulis maka aku ada di dalam sejarah.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Operasional Perbankan di Tangan Kaum Milenial

22 November 2018   08:36 Diperbarui: 22 November 2018   08:44 143 0 0

Perkembangan industri 4.0 yang menyertakan teknologi informasi sebagai bagian dari industri saat ini juga dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni. Kamu milienial diharapkan menjadi garda terdepan sebagai SDM yang mampu berkiprah di era ini. Tak terkecuali di dunia perbankan, mereka diandalkan untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas kerja oleh kaum "kolonial" atau sebutan prokem dari generasi yang lebih tua.

Kurnia Muhammadi Branch Manager BTN KCS Tegal mengatakan lembaga perbankan yang dipimpinnya saat ini memiliki SDM yang sebagian besar hampir 99,9 persen adalah generasi milenial yang berkualitas. Ide-ide kaum milenial menurut Kurnia diharapkan mampu membawa BTN KSC Tegal berkompetisi dengan baik dan sehat di kancah perbankan, khususnya di wilayah Kota Tegal.

"Mudah-mudahan kehadiran BTN KCS Tegal dapat memberikan kontribusi yang baik dan dapat dimanfaatkan oleh pengguna jasa keuangan dan perbankan," kata Kurnia saat relokasi BTN KCS Tegal dari dari Jl. Gajah Mada No. 107 ke Jl. Jenderal Sudirman No. 2 Kota Tegal pada Selasa (13/11) malam.

Bukti keberhasilan kaum milenial yang bekerja di BTN KCS Tegal, yakni lembaga keuangan tersebut kini memiliki prestasi yang patut dibanggakan. Data Bank Indonesia (BI)  menyebutkan posisi per Oktober 2018 dari 26 cabang seluruh wilayah kliring BI, BTN KCS Tegal menduduki peringkat ketujuh di wilayah Tegal. Sementara untuk di lembaga perbankan syariah, KCS Tegal menduduki peringkat pertama dibandingkan tujuh bank yang berbasis syariah.

Sementara Deputi BTN Kantor Wilayah VI, Agus Fajaryanto mengharapkan dengan SDM milenial yang jumlahnya 99,9 persen akan berkontribusi baik terhadap perkembangan BTN Syariah. Sehingga di zaman digital mereka dapat memberikan inspirasi dan inovasi baru.

"Kaum milenial sebagai pendorong dan pemberi semangat. Sehingga diharapkan BTN lebih maju lagi dengan pemberian pelayanan kepada nasabah lebih baik lagi dan dapat bersaing dengan bank-bank lainnya," harap Agus yang menyebut menyebut Kantor Wilayah VI yang berkedudukan di Semarang membawahi wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Saat ini disebutkan Agus, jumlah BTN memiliki 8 kantor cabang konvensional dan empat KCS yakni di Semarang,  Solo, Jogjakarta dan Tegal.

"Tegal merupakan salah cabang syariah di wilayah kita yang sangat memberikan harapan kepada kami dalam rangka meningkatkan pelayanan maupun meningkatkan kinerja," sebut Agus.

Departemen Head  yang mewakili Kepala Divisi Syariah BTN Iskandar menyebut KCS Tegal sudah berjalan sejak tahun 2012 namun sudah membukukan aset yang besar.

 "Alhamdulillah pada posisi Oktober ini telah mencapai asset Rp. 630 miliar. Ini merupakan suatu prestasi yang dalam waktu lumayan selama enam tahun bisa mencapai angka Rp. 630 miliar," sebut Iskandar.

Dikatakannya BTN KCS Tegal merupakan kantor BTN Syariah ke-21 yang dibuka oleh Divisi Syariah dari 24 KCS di seluruh Indonesia. Selain itu, BTN kini memiliki 42 Kantor Cabang Pembantu Syariah, 7 kantor kas syariah serta 397 kantor layanan syariah yang dilayani di kantor cabang-kantor cabang konvensional.

Iskandar mengapresiasi perkembangan BTN Syariah. Sebab perkembangan BTN Syariah cukup besar, yakni secara nasional aset bank syariah telah menjadi lebih kurang Rp. 25 triliun, dalam jangka waktu kira-kira 13 tahun sejak tahun 2005.

"Kaum milenial ini melayani mitra-mitra kita semua dengan pelayanan yang lebih baik dan meningkatkan aset kita kemudian dikembalikan bagi hasilnya kepada mitra-mitra sekalian," ungkap Iskandar.

Selain adanya kaum milenial, pemindahan kantor ke tempat yang lebih representatif juga diharapkan Iskandar mampu meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi nasabah BTN.

"Insya Allah dengan relokasi ini kita akan meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Insya Allah kedepan diberkahi Allah SWT dan dengan ridhonya tasyakuran ini menjadi batu loncatan untuk lebih baik kedepan," tutur Iskandar. (*)